Sejarah Bioskop Indonesia: dari Film Bisu hingga Tiga Dimensi

Sejarah Bioskop Indonesia, Sejarah panjang perkembangan bioskop di Indonesia diawali dari zaman penjajahan Belanda. Ditemukan di tahun 1890, industri bioskop di Indonesia sendiri sudah berkembang di akhir abad ke-19, Beberapa tahun setelah kemerdekaan, diresmikan Bioskop Metropole di Jakarta. Bioskop ini tergolong besar dan mewah, yakni berkapasitas 1.700 orang

Reidfile - Secara etimologis, bioskop--atau dalam bahasa belanda Bioscoop--berasal dari bahasa Yunani βιος. Adapun bios berarti “hidup”, dan σκοπος, berarti “melihat”. Jika digabungkan, bioskop bisa diartikan sebagai tempat untuk menonton pertunjukan film melalui penggunaan layar lebar. Cara kerjanya hampir sama, yakni gambar film akan diproyeksikan ke layar dengan proyektor.   

Sejarah panjang perkembangan bioskop di Indonesia diawali dari zaman penjajahan Belanda. Ditemukan di tahun 1890, industri bioskop di Indonesia sendiri sudah berkembang di akhir abad ke-19. Pada zaman itu, bioskop berbentuk tidak tetap;  beratap kaleng atau seng dengan dinding terbuat dari gedek (anyaman yang terbuat dari bilah-bilah bambu). Sesuai nama pengusaha bioskop, orang-orang menyebutnya Talbot. Mulanya, Talbot akan memutar film secara berkeliling dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Mengingat bioskop adalah hal baru di Indonesia, maka film  yang diputar adalah film “gagu” atau biasa disebut “film bisu”. Nah, lantaran tanpa suara, pemutaran akan diiringi musik orkestra. Sering kali nyambung, dan sering kali tidak. Beberapa film favorit, yakni Fantomas, Zigomar, Edi Polo, Charlie Caplin, dsb.

Sekitar tahun 1900, barulah bioskop permanen pertama di Indonesia berdiri. Tempatnya dalam sebuah rumah, di Jalan Tanah Abang I, Kebon Jahe, Jakarta Pusat. Mereka yang ingin menonton film dikenai karcis. Karcis kelas satu berharga dua Gulden, sementara karcis kelas dua, setengah Gulden. Tidak lama, muncullah bioskop lain yang ramai dikunjungi setelah periode 1940, seperti Jules Francois de Calonne (cikal bakal Bioskop Capitol), Elite (Pintu Air), Cinema (Krekot), Centraal (Jatinegara), Rialto (Senen), Surya (Tanah Abng), dan masih banyak lagi.

Bioskop Setelah Kemerdekaan

Beberapa tahun setelah kemerdekaan, diresmikan Bioskop Metropole di Jakarta. Bioskop ini tergolong besar dan mewah, yakni berkapasitas 1.700 orang, bertingkat tiga dengan ruang dansa dan kolam renang, serta berteknologi ventilasi peniup dan penyedot. Di masa ini pula, muncul tiga lembaga perfilman, yakni: Perusahaan Produksi Film, Perusahaan Peredaran Film, dan Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia).

Film yang diputar pun tidak lagi buatan luar. Pada tahun 1955, misalnya. Melalui film Lewat Djam Malam, Usmar Ismail dianugerahi penghargaan sebagai film terbaik oleh Festival Film Indonesia pertama yang berlangsung di Metropole dan Cathay. Sayang, gejolak politik yang terjadi, dari Orde Lama hingga Orde Baru menjadikan banyak gedung bioskop sempat dibakar--sementara film luar, seperti Rusia, India, Melayu, dan Filipina beredar dan merajai pasar.

Konsep “sinepleks” atau yang dikenal sebagai “21” lantas mulai diperkenalkan. Sinepleks, dikelola oleh perusahaan Subentra, milik Sudwikatmono, dan mulai didirikan di banyak pusat perbelanjaan, konsep pertokoan, atau mal--yang mayoritas digandrungi “anak muda”. Fasilitas yang nyaman, tentu membuat orang lebih tertarik menonton di sinepleks. Akibatnya, bioskop non-21 pun mulai berguguran. Dampaknya sendiri begitu kentara pada perkembangan produksi film nasional. Bagaimanapun, film nasional yang biasanya melayani kalangan non-21, tidak lagi punya tempat.

Bioskop di Era 2000

Dalam periode ini, jaringan bioskop semakin marak. Setidaknya, terdapat tiga pengelola yang terkenal, yakni 21 Cineplex (bioskop 21), XXI dan The Premiere, serta Blitzmegaplex. Bioskop-bioskop ini tidak lagi berdiri di gedung sendiri, melainkan tersebar di seluruh pusat perbelanjaan. Film yang ditayangkan beragam, baik produksi dalam negeri, hollywood, bahkan bollywood. Adapun kebangkitan film di era 2000-an, diawali dengan munculnya Ada Apa dengan Cinta, disusul dengan film horor lokal Jelangkung.(*)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,17,Islam,6,Jejak,10,Jelajah,6,Komunis,5,Konflik,18,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,60,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Sejarah Bioskop Indonesia: dari Film Bisu hingga Tiga Dimensi
Sejarah Bioskop Indonesia: dari Film Bisu hingga Tiga Dimensi
Sejarah Bioskop Indonesia, Sejarah panjang perkembangan bioskop di Indonesia diawali dari zaman penjajahan Belanda. Ditemukan di tahun 1890, industri bioskop di Indonesia sendiri sudah berkembang di akhir abad ke-19, Beberapa tahun setelah kemerdekaan, diresmikan Bioskop Metropole di Jakarta. Bioskop ini tergolong besar dan mewah, yakni berkapasitas 1.700 orang
https://2.bp.blogspot.com/-LX5pXrVUvN4/V8JsflKnz2I/AAAAAAAAFZM/lTiIezTPZfk8F1p8856UXuo1H-UL8rAewCLcB/s320/Sejarah%2BBioskop%2BIndonesia%2Bdari%2BFilm%2BBisu%2Bhingga%2BTiga%2BDimensi%2B-%2Breidfile.com.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-LX5pXrVUvN4/V8JsflKnz2I/AAAAAAAAFZM/lTiIezTPZfk8F1p8856UXuo1H-UL8rAewCLcB/s72-c/Sejarah%2BBioskop%2BIndonesia%2Bdari%2BFilm%2BBisu%2Bhingga%2BTiga%2BDimensi%2B-%2Breidfile.com.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/09/sejarah-bioskop-indonesia-dari-film.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/09/sejarah-bioskop-indonesia-dari-film.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy