Perang Vietnam (1957-1975) – Sebuah Pertaruhan Kedigdayaan yang Berakhir Pahit

Konflik vietnam membawa Amerika melewati pertempuran yang panjang dengan biaya yang sangat besar dalam sejarah peperangannya. Selama dua dekade, perang ini meluluhlantahkan Vietnam dan mengakibatkan berbagai kerugian yang luar biasa bagi Amerika.

Reidfile - Siapa sangka, perang saudara yang dilatarbelakangi perbedaan Ideologi ini melibatkan dua kekuatan besar Dunia di era perang dingin. Bayangan akan merebaknya komunisme di daratan Asia mengusik Amerika Serikat untuk mengambil peran dalam pertikaian tersebut. Sejatinya Amerika tidak berambisi menguasai Vietnam Utara, namun Ia harus mempertahankan Vietnam Selatan untuk menjaga supremasi kekuatannya di mata dunia.  Bagai taring tumpul, struktur militer modern dan alutsista mutakhir tak mampu mengalahkan gerilyawan yang bersembunyi di balik semak belukar. Bukan hanya kekalahan dan kerugian finansial yang sangat besar, Amerika bahkan kehilangan tajinya sebagai sang digdaya perang.

Latar Belakang Konflik dan Pemicu Perang Vietnam

Pada dasarnya, Perang vietnam, atau perang Indocina II, diawali oleh perang saudara antara Vietnam Selatan yang beraliran liberal dengan Vietnam Utara yang beraliran komunis. Secara tidak langsung konflik ini juga merupakan kelanjutan perang proksi antara dua Idiologi besar, yaitu Komunisme dan Liberal yang dibekingi oleh dua negara Adidaya, Amerika Serikat dan Uni Sovyet.

Dijajah Asing Sejak Dulu

Vietnam sendiri sebenarnya sudah dijajah oleh kekaisaran Cina sejak 110 SM hingga tahun 938. Adapun sejak abad ke-19, melalui serangkaian serangan kolonial , Vietnam juga menjadi jajahan Prancis. 

Beberapa pemberontakan dan pergerakan nasionalis bermunculan untuk menentang imperialisme di tanah Vietnam, salah satunya dipimpin oleh seorang pejuang bernama Ho Chi Minh.

Pada tahun 1944, ketika Prancis ditaklukkan oleh tentara sekutu, kekuasaan Prancis pun mulai berkurang.  Vietnam kemudian dipimpin dari jauh, dengan kaisar Bao Dai sebagai orang yang dipilih untuk menjalankan pemerintahan secara independen. 

Pasukan Viet Minh berusaha melakukan perlawanan terhadap pemerintahan tersebut dan mendeklarasikan Republik Demokratik Vietnam (DRV), dengan Ho Chi Minh sebagai presidennya.

Ketika perang Jepang di kawasan Pacific berlangsung, terjadi invasi dan penyerangan ke negara-negara Indocina, termasuk Vietnam. Untuk kepentingan kampanye militer Jepang, sumber daya alam vietnam dieksploitasi, dan selama perang dunia II Vietnam pun dikuasai oleh Jepang.  

Kekalahan Jepang oleh sekutu pada tahun 1945, mengharuskan Jepang kehilangan seluruh negara Jajahannya, termasuk Vietnam. Prancis pun kembali mengintervensi dan mendirikan negara Vietnam Selatan pada tahun 1949. 

Dalam perjuangannya, Ho Chi Minh meminta dukungan moral dari Amerika Serikat untuk melepaskan diri dari imperialisme Prancis dan menegaskan bahwa mereka bukan komunis. namun demikian Amerika justru membantu Prancis. Kubu Ho kemudian berpaling dan mencari bantuan ke pihak Komunis, yaitu Uni Sovyet dan Cina.

Dengan dukungan dari blok Timur, Pasukan partai Viet Minh dibawah pimpinan Ho Chi Minh Berhasil membuat Prancis kalah telak dalam pertempuran Dien Bien Phu pada tahun 1954.

Intervensi Amerika dalam Konflik Utara -  Selatan  

Pada negosiasi pascaperang yang dilakukan dalam Perjanjian Jenewa pada tahun 1955, diputuskan bahwa Vietnam akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Bao Dai dan Vietnam Utara di bawah pimpinan Ho Chi Minh. Keputusan lainnyan adalah dalam dua tahun ke depan (1957), akan diadakan pemilihan umum nasional sebagai upaya reunifikasi atau penyatuan kembali dua negara tersebut.

Hal ini ditentang oleh Amerika karena khawatir Ho Chi Minh akan memenangkan pemilu. Amerika pun akhirnya menolak penandatanganan perjanjian Jenewa. 

Ambisi Sang Adidaya

Kekhawatiran akan menjalarnya gelombang komunisme di Asia jika Ho Chi Minh memenangkan pemilu, membuat Amerika mendeklarasikan dukungannya terhadap Vietnam Selatan. AS kemudian mengirimkan OSS/CIA dan melakukan propaganda sehingga pemilu tersebut gagal, dan hanya dilakukan di Vietnam Selatan. 

Amerika semakin memperkuat dukungannya dengan mendatangkan armada militer untuk melawan Vietkong (sebutan untuk komunis Vietnam utara). Penyerangan dan penangkapan terhadap penentang rezim Vietnam Selatan pun  dilakukan secara besar-besaran.  

Merasa risih dengan campur tangan Amerika, pada tahun 1960 kelompok komunis dan non-komunis mulai membentuk Front Pembebasan Nasional (NFL). Walaupun diklaim bersifat otonom, namun Amerika menganggapnya sebagai boneka komunis. Amerika pun menambah kekuatan militernya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan perlawanan dari berbagai kelompok penentang. 

Pertarungan habis-habisan

Amerika berjuang habis-habisan untuk melawan kekuatan komunis Vietnam. Pada tahun 1962, tercatat jumlah pasukan militer Amerika telah mencapai sekitar 9000 orang dan meningkat mendekati angka 500.000 pada tahun 1967. Tidak hanya tentara, berbagai peralatan perang modern dan mematikan pun didatangkan ke Vietnam.

Puncak perang Vietnam terjadi  sekitar tahun 1968-1969, ketika 1.200.000 pasukan militer & militan Vietnam Selatan dikerahkan untuk melawan kubu utara yang hanya berjumlah 520.000 orang.

Walaupun dengan jumlah kekuatan yang tidak sampai setengah kekuatan Vietnam selatan yang bersekutu dengan Amerika, kelompok komunis bisa menghalaunya dengan cukup sengit.

Dengan taktik perang gerilya, Vietkong berhasil memperdaya pasukan Amerika dan membuat pasukan tersebut kewalahan menghadapi medan pegunungan, hutan buas, dan rawa-rawa berlumpur, yang sama sekali tidak mereka kuasai.

Merasa semakin terdesak, Amerika pun mengganti strategi perangnya dengan taktik gesekan tanpa menggunakan senjata, namun hal tersebut tidak juga berhasil. Vietkong tetap tidak terpengaruh berbagai propaganda Amerika, dan hanya menginginkan mereka hengkang dari tanah Vietnam.

Usaha lain yang dilakukan adalah dengan menggunakan senjata kimia berupa zat beracun bernama Agent Orange, yang disebarkan lewat udara sehingga menghancurkan hasil panen dan perkebunan vietnam utara pada tahun 1971. 

Melemahnya Sang Adidaya

Di Perang Dunia ke-II, Amerika memang merupakan negara super power yang mampu menaklukkan bangsa-bangsa besar lain di dunia. Namun tidak demikian halnya dengan pertempuran di Vietnam.  Kedigdayaan Amerika benar-benar terkubur dalam pertempuran ini. 

Dalam perjalanannya, ambisi untuk merebut Vietnam Utara agar tidak memprovokasi Uni Sovyet sebenarnya sudah tidak terlalu tinggi, namun Amerika berupaya mempertahankan Vietnam Selatan untuk mempertahankan supremasinya sebagai sang super power.

Ambisi militer Amerika dalam pertikaian di Vietnam yang didukung oleh dua pemerintahan, yaitu John F. Kennedy dan penerusnya Lyndon B. Johnson, menimbulkan ketidakstabilan politik di Negaranya. 

Dahsyatnya jumlah korban Jiwa dari pihak tentara AS, serta Kerugian Moral dan Material yang dialami selama perang menyebabkan sejumlah keretakan dan perpecahan di dalam pemerintahan Amerika. Gerakan anti perang pun bermunculan di seluruh negeri. 

Pada tanggal 27 Februari 1973, dalam Persetujuan Damai Paris, perang Vietnam dinyatakan akan diakhiri. Dan setelah kota Saigon jatuh ke tangan gerilyawan Vietnam Utara, secara resmi pertempuran panjang ini pun berakhir. 

Amerika mengevakuasi warganya dari Saigon dan sekitar 90.000 penduduk Vietnam yang takut akan rezim komunis diungsikan ke Amerika, Australia, dan negara-negara barat lainnya.

Dampak Perang Vietnam

Konflik vietnam membawa Amerika melewati pertempuran yang panjang dengan biaya yang sangat besar dalam sejarah peperangannya. Selama dua dekade, perang ini meluluhlantahkan Vietnam dan mengakibatkan berbagai kerugian yang luar biasa bagi Amerika.

Dari data internasional tercatat korban tewas dari pihak Amerika adalah sebanyak 58.209 jiwa, sementara 156 ribu lainnya terluka, terpapar senjata kimia, dan mengalami cacat seumur hidup. Namun angka tersebut banyak diragukan dan dianggap sebuah manipulasi untuk menutupi kekalahan Amerika. Jumlah korban diperkirakan jauh lebih besar dari angka tersebut.

Secara finansial, Amerika tercatat telah mengeluarkan sekitar 761 miliar dolar Amerika untuk belanja perang. Angka tersebut diluar biaya tak terduga yang ditaksir mencapai 1,4 trilyun dolar. Tak pelak hal ini memicu inflasi yang cukup luas. 

Tak hanya korban jiwa dan kerugian material, perang Vietnam juga meninggalkan trauma yang mendalam bagi para veteran perang dan keluarga yang ditinggalkannya. Secara psikologis, perang ini meninggalkan mitos pahit dan reaksi negatif pada para veteran perang yang dianggap ikut membunuh banyak warga sipil yang tidak berdosa.

Bagi Vietnam sendiri, perang ini merupakan kehancuran besar bagi negaranya. Diperkirakan sekitar 2 juta penduduk vietnam (sipil maupun militer) tewas dalam pertempuran tersebut, 3 juta orang terluka, dan 12 juta lainnya menjadi pengungsi.

Perang juga menghancurkan berbagi infrastruktur dan perekonomian negara. Walaupun pada tahun 1975 reunifikasi dilakukan dan vietnam menjadi Republik Sosialis Vietnam, namun gerakan-gerakan sporadis masih kerap terjadi, termasuk dengan negara-negara tetangga seperti Cina dan  kamboja. Hal ini berlangsung selama hampir 15 tahun.

Dengan adanya kebijakan pasar bebas pada tahun 1986, perekonomian Vietnam mulai mengalami perbaikan, dan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat pun kembali membaik pada tahun 1990-an.(*)

COMMENTS

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Biografi,9,Islam,1,Jejak,7,Jelajah,1,Komunis,5,Konflik,16,Konspirasi,1,Kota,1,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,45,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Perang Vietnam (1957-1975) – Sebuah Pertaruhan Kedigdayaan yang Berakhir Pahit
Perang Vietnam (1957-1975) – Sebuah Pertaruhan Kedigdayaan yang Berakhir Pahit
Konflik vietnam membawa Amerika melewati pertempuran yang panjang dengan biaya yang sangat besar dalam sejarah peperangannya. Selama dua dekade, perang ini meluluhlantahkan Vietnam dan mengakibatkan berbagai kerugian yang luar biasa bagi Amerika.
https://2.bp.blogspot.com/-6if5BYL-G64/V6fzAzs4X8I/AAAAAAAAFUM/Lu4XVyL9zz88zsF-prmDUTfgD3uaKr6zQCLcB/s320/Perang%2BVietnam%2B%25281957-1975%2529%2B%25E2%2580%2593%2BSebuah%2BPertaruhan%2BKedigdayaan%2Byang%2BBerakhir%2BPahit%2B-%2Breidfile.com.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-6if5BYL-G64/V6fzAzs4X8I/AAAAAAAAFUM/Lu4XVyL9zz88zsF-prmDUTfgD3uaKr6zQCLcB/s72-c/Perang%2BVietnam%2B%25281957-1975%2529%2B%25E2%2580%2593%2BSebuah%2BPertaruhan%2BKedigdayaan%2Byang%2BBerakhir%2BPahit%2B-%2Breidfile.com.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/08/perang-vietnam-1957-1975-sebuah.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/08/perang-vietnam-1957-1975-sebuah.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy