Pemberontakan G30 S PKI dan Akhir Kelam Komunisme di Indonesia (Sejarah Perkembangan Komunisme Bagian 4)

Pemberontakan G30 S PKI dan Akhir Kelam Komunisme di Indonesia, Partai Komunis Indonesia (PKI), Hal-Hal yang Melatarbelakangi Pemberontakan G 30 S PKI, Kedekatan PKI dengan Soekarno, Antek-Antek PKI, korban G30 S PKI

Reidfile - Kebijakan Soekarno menjalankan pemerintahan harmonis dengan konsep NASAKOM membukan jalan bagi PKI untuk semakin dekat ke tampuk tertinggi kekuasaan. Kondisi politik & ekonomi Indonesia yang berada di titik nadir, serta kegagalan operasi militer dalam konfrontasi Malaysia semakin membuat posisi PKI naik daun. Di lain pihak, PKI melihat adanya ancaman dari para petinggi Angkatan Darat yang dapat menghambat pencapaian cita-citanya. Kudeta pun dilakukan. Namun bukan kejayaan yang diperoleh, G 30 S PKI justru menjadi titik kehancuran komunisme di Indonesia. 

Partai Komunis Indonesia (PKI) di Era Demokrasi Terpimpin

Sejak tahun 1956-1966 Indonesia menganut sistem demokrasi terpimpin, di mana segala keputusan yang berkaitan dengan negara berpusat pada Presiden, yaitu Soekarno.

Sistem pemerintahan ini disambut baik oleh PKI, sebab dalam pelaksanaannya Soekarno mengusung konsep pemerintahan yang harmonis. Presiden berusaha mengakomodasi berbagai aspirasi dari kalangan yang berbeda, baik itu nasionalis, agamis, maupun komunis. Konsep ini dikenal dengan istilah NASAKOM.

Dukungan Soekarno melalui NASAKOM membuat ruang gerak PKI semakin luas dan tidak terbendung. Pada tahun 1965, jumlah pendukungnya mencapai lebih dari tiga juta orang. Angka tersebut belum termasuk gerakan pemuda, gerakan wanita, serikat buruh, dan barisan tani, yang jika dijumlahkan mencapai lebih dari 20 juta jiwa.

Hal ini menjadikan PKI sebagai partai komunis terbesar ke-3 di dunia setelah Uni Sovyet dan Tiongkok.

PKI Mencari Celah Dibalik Kondisi Politik & Ekonomi Indonesia yang Semakin Memburuk

Di masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia harus berjuang menghadapi konflik dengan dunia luar, yaitu dengan Belanda dan sekutunya dalam perebutan Irian Barat, serta dengan tentara Inggris dan Federasi Malaysia dalam gerakan “Ganyang Malaysia”.

Soekarno pun membawa Indonesia keluar dari keanggotaan PBB sebagai bentuk perlawanan terhadap imperialisme.

Dalam hal ekonomi, kondisi perang yang menelan biaya besar, diikuti dengan hancurnya berbagai infrastruktur, membuat tingkat investasi nasional menurun drastis. Pabrik-pabrik beroperasi dengan kapasitas yang sangat minim dan tingkat inflasi mencapai angka 650%.

Di tengah ketidakpastian kondisi tersebut, PKI berupaya meraih simpati kaum tertindas yang marah dan kecewa dengan pemerintah. PKI dengan mudah memprovokasi rakyat untuk melakukan perubahan dengan mendukung gerakan revolusinya.

Hal-Hal yang Melatarbelakangi Pemberontakan G 30 S PKI

Bibit-bibit pemberontakan mulai muncul akibat adanya gesekan antara PKI dengan kekuatan militer Indonesia. Hal ini terjadi setelah RRC menawarkan bantuan 100.000 pucuk senjata gratis tanpa syarat kepada Indonesia.

Atas saran dari PKI—berkaitan dengan tawaran senjata dari Tiongkok—Soekarno mewacanakan untuk membentuk “Angkatan Kelima” yang berdiri sendiri di luar ABRI. Hal ini menimbulkan kecurigaan dari pihak Angkatan Darat, dan para petingginya pun menolak usulan tersebut.

Di awal tahun 1965, PKI melakukan propaganda yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah yang ada di negara. Hal ini menyebabkan terjadinya perebutan lahan secara paksa oleh pendukung-pendukung PKI, para buruh pun mulai menyita perusahaan-perusahaan asing.

Di saat yang bersamaan, jenderal-jenderal tinggi militer diangkat sebagai anggota kabinet, dan jabatannya disetarakan setingkat dengan mentri. Hal ini semakin memanaskan hubungan antara PKI dengan petinggi-petinggi militer Indonesia.

Kedekatan PKI dengan Soekarno 

Konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu faktor kedekatan Soekarno dengan PKI.

Demonstrasi anti Indonesia yang terjadi di Malaysia, yang mengakibatkan penyerbuan ke KBRI serta berbagai penghinaan kepada Presiden dan lambang-lambang negara Indonesia, membuat Soekarno murka.

Soekarno pun memerintahkan untuk melakukan aksi “Ganyang Malaysia” dengan mengirimkan angkatan perang ke negara tersebut. Namun demikian perintah tersebut ditanggapi dingin oleh para Jendral.

Ahmad Yani berpendapat bahwa angkatan perang Indonesia sedang tidak memadai untuk melakukan penyerangan dengan skala yang diinginkan Soekarno. Di lain pihak, A.H. Nasution selaku Kepala Staf Angkatan Darat menyetujui usulan tersebut karena khawatir PKI menunggangi isu tersebut untuk memperkuat posisinya di perpolitikan Indonesia.  

Dalam keadaan serba salah, Angkatan Darat memilih berperang di Kalimantan. Akibat perjuangan yang dilakukan setengah hati, operasi Ganyang Malaysia pun mengalami kegagalan.

Soekarno merasa kecewa atas kekalahan tersebut dan berbalik mencari dukungan ke PKI untuk dapat melampiaskan kemarahannya kepada Malaysia.

Tidak hanya itu, di tubuh Angkatan Darat pun mulai terjadi pepecahan. Banyak tentara dari Divisi Diponegoro geram dengan sikap petinggi Angkatan Darat yang lemah terhadap Malaysia sehingga menyebabkan mereka kalah. Mereka pun mulai membelot dan bersekutu dengan PKI untuk membersihkan Angkatan Darat dari jendral-jendral tersebut.

Di luar faktor kegagalan operasi militer di Kalimantan, muncul pula berita tentang sakitnya presiden Soekarno. Berita ini memunculkan isu akan adanya perebutan kekuasaan oleh para petinggi militer jika Soekarno meninggal dunia.

Keseluruhan hal ini lah yang kemudian memicu terjadinya kudeta para Jendral pada tanggal 30 September 1965.

Insiden Berdarah 30 September 1965

Aksi penculikan terhadap para petinggi militer dilaksanakan oleh PKI sebelum subuh, pada tanggal 1 Oktober 1965. Eksekutor penculikan adalah pasukan Cakrabirawa yang merupakan pasukan pengawal Presiden.

Tidak hanya diculik, jendral-jendral tersebut juga disiksa dan dibunuh. Mayatnya kemudian dimutilasi dan dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya – Jakarta timur.

Berikut adalah nama-nama pejabat tinggi AD yang menjadi korban G30 S PKI:

  1. Letjen TNI Ahmad Yani – Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi
  2. Mayjen TNI Raden Suprapto – Panglima Angkatan Darat bidang Administrasi
  3. Mayjen TNI Mas Titidarmo Haryono – Panglima Angkatan Darat  bidang Perencanaan dan Pembinaan
  4. Mayjen TNI Siswono Parman – Panglima Angkatan Darat bidang Intelijen
  5. Mayjen TNI Sutoyo Siswomiharjo – Oditur Jendral Angkatan Darat
  6. Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan – Panglima Angkatan Darat bidang Logistik
Selain keenam Jendral tersebut, ada pula korban lainnya yang tewas akibat tertembak, yaitu Ade Irma Suryani Nasution, putri Jendral Abdul Harris Nasution, dan ajudannya yang bernama Lettu CZI Pierre Andreas Tandean.

A.H. Nasution merupakan sasaran utama dari kudeta G 30 S. Namun demikian dia berhasil selamat dari usaha pembunuhan tersebut.

Adapun tokoh lain yang juga menjadi korban keganasan PKI adalah Bripka K.S. Tubun, Pengawal Wakil Perdana Mentri II Dr. J. Leimena, yang berupaya menghalau PKI memasuki kediaman Dr. Leimena.

Di luar Jakarta, PKI juga berhasil merebut markas Kodam VII Diponegoro – Semarang, dan Markas Korem 072 – Yogyakarta. Perebutan markas tersebut mengakibatkan dua orang TNI tewas terbunuh, yaitu Kolonel Katamso Darmokusumo sebagai  Komandan Korem dan Letkol Sugiyono Mangunwiyoto, Kepala Staf Korem 072/Pamungkas Yogyakarta.

Gerakan Sapu Bersih Antek-Antek PKI

Setelah mendapatkan laporan tentang penculikan para petinggi Angkatan Darat, Mayor Jendral Soeharto pun segera melakukan tindakan untuk menguasai keadaan.

Dalam waktu singkat Soeharto dibantu TNI gabungan lainnya berhasil menangkap gembong-gembong PKI dan mulai melakukan aksi bersih-bersih antek-antek PKI di seluruh Indonesia. Termasuk memusnahkan berbagai dokumen dan atribut yang berkaitan dengan komunis.

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,17,Islam,6,Jejak,10,Jelajah,6,Komunis,5,Konflik,18,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,60,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Pemberontakan G30 S PKI dan Akhir Kelam Komunisme di Indonesia (Sejarah Perkembangan Komunisme Bagian 4)
Pemberontakan G30 S PKI dan Akhir Kelam Komunisme di Indonesia (Sejarah Perkembangan Komunisme Bagian 4)
Pemberontakan G30 S PKI dan Akhir Kelam Komunisme di Indonesia, Partai Komunis Indonesia (PKI), Hal-Hal yang Melatarbelakangi Pemberontakan G 30 S PKI, Kedekatan PKI dengan Soekarno, Antek-Antek PKI, korban G30 S PKI
https://4.bp.blogspot.com/-AG8mG6zdc2s/V704iomrVII/AAAAAAAAFXY/3TdX_z5lnKQgWxK8utV-SawWmgsWduKPQCLcB/s320/Hal-Hal%2Byang%2BMelatarbelakangi%2BPemberontakan%2BG%2B30%2BS%2BPKI%2B-%2BREIDFILE.COM.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-AG8mG6zdc2s/V704iomrVII/AAAAAAAAFXY/3TdX_z5lnKQgWxK8utV-SawWmgsWduKPQCLcB/s72-c/Hal-Hal%2Byang%2BMelatarbelakangi%2BPemberontakan%2BG%2B30%2BS%2BPKI%2B-%2BREIDFILE.COM.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/08/pemberontakan-g30-s-pki-dan-akhir-kelam.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/08/pemberontakan-g30-s-pki-dan-akhir-kelam.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy