Ideologi Komunis dan Omong Kosong Kesetaraan (Sejarah Perkembangan Komunisme Bagian 1)

Komunisme lahir dari sebuah cita-cita melepaskan diri dari jerat kapitalisme dan liberalisme. Adalah Karl Heinrich Marx, seorang filsuf dan pakar politik dari Prusia, yang pertama kali mencetuskan ide tentang pertentangan kelas di dalam masyarakat yang disebutnya sebagai Manifesto Komunis.

Reidfile - Berkembangnya kapitalisme dan liberalisme pada Abad ke-19 menjadi penyulut tumbuhnya ideologi komunis yang mengusung kesamarataan di berbagai aspek kehidupan. Dalam perjalanannya, surga kesetaraan itu tidak pernah terwujud. Perbedaan kelas tetap hadir dan bertambah parah, khususnya pada kelompok elit partai. Rakyat dipaksa hidup dalam aturan yang ketat, daya saing merosot tajam, dan gerakan revolusi merebak tersulut oleh doktrin-doktrin yang mengutamakan kepentingan komunal. 

Dasar Ideologi Komunis

Komunisme lahir dari sebuah cita-cita melepaskan diri dari jerat kapitalisme dan liberalisme.  Adalah Karl Heinrich Marx, seorang filsuf dan pakar politik dari Prusia, yang pertama kali mencetuskan ide tentang pertentangan kelas di dalam masyarakat yang disebutnya sebagai Manifesto  Komunis.

Dalam bukunya “Das Kapital”, Karl Marx mengkaji sisi negatif dari kapitalisme dan liberalisme terhadap kesejahteraan rakyat. Dalam pandangannya, sistem perekonomian tersebut menciptakan dua kelas di dalam masyarakat, yaitu kelas kapital yang memiliki modal/sumber-sumber produksi dan kelas buruh yang merupakan sarana produksi.

Dalam perekonomian liberal, pemilik modal memiliki hak untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Berbagai bentuk eksploitasi bermunculan, kaum buruh pun dibayar serendah mungkin untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini tentu saja menutup peluang bagi para buruh dan pekerja untuk berperan dan mengembangkan eksistensinya. Inilah ketidakadilan dalam pandangan Marx.

Dalam buku yang ditulisnya, Marx menawarkan sebuah konsep ekonomi baru yang menempatkan buruh sebagai pelaksana sekaligus pemilik. Sebuah manifestasi kebijakan yang mengusung kesetaraan di berbagai aspek kehidupan, di mana seluruh sumber-sumber produksi menjadi properti komunal.

Sistem ini kemudian menunjuk negara sebagai pengatur dan pengambil kebijakan dalam menguasai, memanfaatkan, dan mendistribusikan sumber-sumber tersebut untuk kesejahteraan bersama.

Komunisme dan Paham-Paham Turunannya

Munculnya koreksi atas paham kapitalisme dan liberalisme oleh Karl Marx memberikan ide-ide kepada pemikir lainnya untuk meracik, mengembangkan, dan mengaplikasikan Marxisme tersebut ke dalam bentuk-bentuk baru.

Leninisme

Vladimir Lenin adalah seorang penggagas teori politik berkebangsaan Rusia. Lenin merupakan penganut gagasan politik Marxis dan mengembangkannya menjadi sebuah paham revolusioner yang dikenal sebagai “Leninisme”.

Lenin berupaya membentuk gerakan komunal dengan merekrut para buruh dan pekerja sebagai penggerak utama dalam melawan kapitalisme dan liberalisme. Tawaran ini tentunya disambut baik oleh kaum proletar, seperti petani, pedagang kecil, dan kelas pekerja lainnya yang selama ini merasa tertindas.

Secara perlahan, komunisme tumbuh subur di negara-negara industri dan menjadi gerakan global yang disebut “Komunisme Internasional”. Paham ini pun mulai melahirkan pejuang-pejuang fanatik dan militan, yang akhirnya nanti memicu gerakan revolusi di berbagai negara.

Stalinisme

Stalinisme merupakan paham komunis yang dikembangkan oleh Joseph Stalin di Uni Sovyet/Rusia, antara tahun 1929-1953.

Kebijakan tentang komunisme dipahami dan diaplikasikan oleh Stalin dalam bentuk pembersihan berbagai bentuk otoritarianisme, termasuk memangkas pesatnya industrialisasi yang terjadi di Uni Sovyet.

Stalin menerapkan sistem sosialisme, di mana negara menjadi sentral. Lahan-lahan dan sumber-sumber produksi dikuasai oleh negara dan dijadikan properti komunal. Negaralah yang nantinya bertugas mendistribusikannya.

Paham sosialis ini menciptakan kolektivitasi pertanian dan subordinasi kepentingan pihak komunis. Industrialisasi secara resmi dirancang untuk mempercepat pembangunan menuju komunisme. Menurutnya hal ini penting dilakukan untuk menghadapi tantangan dan musuh yang mungkin muncul dari dalam maupun luar.

Secara pragmatis, Stalin menjalin kontrak dengan perusahaan-perusahaan besar Amerika di bawah pengawasan negara untuk membantu mengembangkan dasar industri. Setelah perusahaan-perusahaan tersebut menyelesaikan tugasnya, badan usaha milik negara akan mengambil alih dan mengaturnya untuk kepentingan rakyat.

Trotskysme

Paham Trotskysme merupakan pengembangan dari Marxisme yang diterapkan oleh Leon Trotsky, seorang revolusioner Rusia,  penganut Marxis Ortodoks, dan  penerus pandangan Leninisme.

Trotsky memiliki pandangan yang bertolak belakang dengan Stalin dalam konsep komunisme. Dia menentang gagasan sosialisme dan bahkan mendukung pendirian partai pelopor dari kelas pekerja.

Walaupun memiliki kedekatan ideologis dengan Lenin, namun Trotsky lebih bertangan besi. Menurutnya serikat buruh tidak boleh mandiri, namun menjadi abdi negara. Itu sebabnya Trotsky menginginkan agar kaum buruh dimiliterisasikan.

Komunisme ala Trotsky juga menegaskan bahwa partai memiliki “hak historis” untuk mempertahankan kediktatorannya.

Sikap dan pandangan Trotsky mengenai komunisme mendapatkan dukungan dari proletar internasional dan diktatur proletariat yang mewakili kelas-kelas sosial pemegang kendali ekonomi dan politik. Itu sebabnya Leon Trotsky diusir keluar Rusia dan diperintahkan untuk dibunuh oleh Joseph Stalin.

Maoisme

Aliran komunis Maoisme merupakan pengembangan dari konsep Marxisme-Leninisme yang diterapkan oleh pemimpin komunis Tiongkok, Mao Zedong. Dalam pelaksanaannya, Konsep ini mengintegrasikan paham komunis dengan berbagai filsafat kuno Tiongkok.

Perbedaan paling mendasar di dalam paham Maoisme adalah lebih mementingkan peran petani dibandingkan buruh pekerja industri. Mao Zedong menjadikan pembangunan pedesaan sebagai prioritas. Strategi ini diterapkan dengan pemikiran bahwa di tahap awal penerapan sosialisme di sebuah negara, kebanyakan rakyatnya adalah buruh tani.

Jika dibandingkan dengan Marxisme-Leninisme yang memandang pembangunan industri sebagai sebuah kekuatan positif, Mao justru menganggap pembangunan industri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kapitalisme.

Komunisme dan Atheisme 

Dalam tesis yang disampaikan Karl Marx tentang komunisme, dinyatakan bahwa agama merupakan candu yang menyebabkan penganutnya terkurung dalam sebuah dogma. Menurutnya, ajaran-ajaran agama cenderung membutakan dan mempersempit gerak laku penganutnya.

Dalam analoginya dinyatakan bahwa orang yang berusaha keras untuk maju lebih utama dibandingkan mereka yang hanya berdoa dan pasrah kepada Tuhan, dan tanpa adanya agama maka perekonomian bisa lebih baik.

Paradigma absurd ini diterima secara mentah oleh para pengikut komunisme yang fanatik  dan menyebar luas menjadi sebuah doktrin yang menyesatkan. Pada kenyataannya  di negara-negara yang masyarakatnya beragama, perekonomian bisa tetap maju dan berkembang.

Gagalnya Komunisme

Sejarah mencatat bahwa dalam perjalanannya komunisme banyak menemui kegagalan. Manifestasi komunis yang digadang-gadangkan Karl Marx masih terlalu rumit untuk direalisasikan, terlebih untuk rakyat kecil. Harapan akan kesetaraan dalam bidang ekonomi, pemerintahan dan keadilan dianggap hanya sebuah utopia, hanya khayalan.

Totalitarisme Memicu Kediktatoran

Lahir dan berkembangnya komunisme bukan berarti mematikan dan meruntuhkan kapitalisme dan liberalisme. Itu sebabnya untuk menjaga keberlangsungan dan mempertahankan idealisme komunis, serta menekan kekuatan para penentang, elit-elit komunis memberlakukan sistem otoritarian-diktator.

Totalitarisme komunisme juga muncul dalam bentuk pemusatan kekuasaan dan politik ke dalam satu partai. Hal ini menumbuhkan sejumlah pertentangan, dan biasanya aktor-aktor intelektual penentang akan ditangkap dan diintimidasi keberadaannya.

Kediktatoran dalam sebuah negara selalu memunculkan ketidakpuasan dan memicu tumbuhnya kelompok yang ingin mengubah status quo. Ideologi yang secara sistematis dipaksakan menyebabkan banyak konflik antar golongan dan menyebabkan gagalnya komunisme di banyak negara.

Ideologi Elit Menyebabkan Konflik dan Disintegrasi

Harapan tidak terbentuknya kelas justru terjadi sebaliknya. Sistem komunisme justru melahirkan kesenjangan yang tinggi antara rakyat dengan elit partai. Lihatlah bagaimana elit partai dan para petinggi di negara-negara komunis mendapatkan berbagai fasilitas, sedangkan rakyatnya diatur untuk bekerja keras dan dibatasi kehidupannya dengan berbagai aturan atas dasar kesamarataan.

Monopoli Negara Menurunkan Daya Saing & Pertumbuhan Produksi 

Monopoli negara dan perekonomian terpusat dengan berbagai aturan yang ketat dan menindas berdampak pada ketidaksejahteraan rakyat. Daya saing masyarakat menjadi rendah, jumlah produksi menurun, dan akhirnya negara komunis justru tidak bisa bersaing dengan negara-negara kapitalis & liberal.

***

Secara nyata, kita bisa melihat kehancuran komunis dari negara-negara pengikutnya. Uni Sovyet dan Yugoslavia pecah menjadi beberapa negara kecil, Tiongkok dan dan Vietnam walaupun masih dipimpin oleh partai komunis, namun sudah menjalankan politik dan sistem ekonomi yang serupa dengan sistem negara kesejahteraan.

Hanya tinggal Korea Utara yang masih menjalankan paham ini dan kita tinggal menunggu sampai kapan negara tersebut bisa bertahan dengan ideologinya.

Lalu mengapa masih ada segelintir orang di negeri ini yang masih menginginkan paham ini tumbuh dan berkembang di Indonesia? Berpikirlah! (*)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,15,Islam,6,Jejak,9,Jelajah,5,Komunis,5,Konflik,17,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,59,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Ideologi Komunis dan Omong Kosong Kesetaraan (Sejarah Perkembangan Komunisme Bagian 1)
Ideologi Komunis dan Omong Kosong Kesetaraan (Sejarah Perkembangan Komunisme Bagian 1)
Komunisme lahir dari sebuah cita-cita melepaskan diri dari jerat kapitalisme dan liberalisme. Adalah Karl Heinrich Marx, seorang filsuf dan pakar politik dari Prusia, yang pertama kali mencetuskan ide tentang pertentangan kelas di dalam masyarakat yang disebutnya sebagai Manifesto Komunis.
https://4.bp.blogspot.com/-RmyeuzvLaEo/V7g_oCYo_BI/AAAAAAAAFWg/GvZsqnaDU2cKz6t-DuTKzBtjyi9j5LcGQCLcB/s320/Ideologi%2BKomunisme%2Bdan%2BOmong%2BKosong%2BKesetaraan-reidfile.com.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-RmyeuzvLaEo/V7g_oCYo_BI/AAAAAAAAFWg/GvZsqnaDU2cKz6t-DuTKzBtjyi9j5LcGQCLcB/s72-c/Ideologi%2BKomunisme%2Bdan%2BOmong%2BKosong%2BKesetaraan-reidfile.com.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/08/ideologi-komunis-dan-utopia-kesetaraan.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/08/ideologi-komunis-dan-utopia-kesetaraan.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy