Teori Konspirasi Desember 1941: Benarkah AS Sengaja Membiarkan Jepang Melakukan Penyerangan di Pearl Harbour?

Ada beberapa bukti yang membenarkan kemungkinan AS telah dengan sengaja membiarkan Jepang melakukan penyerangan di Pearl Harbour.

Reidfile - Seluruh dunia, terutama warga Amerika Serikat, akan selalu mengenang tanggal 7 Desember 1941 sebagai salah satu peristiwa sejarah terbesar dan paling sengit. Bagaimana tidak, dalam beberapa jam saja di pagi hari, Pearl Harbour hancur oleh serangan udara dan laut tentara Jepang. Korban-korban berjatuhan dan akhirnya memaksa Gubernur Amerika Serikat menandatangani proklamasi perang terhadap Jepang. Kisah ini bahkan menjadi latar inspirasi film Hollywood berjudul Pearl Harbour. Namun, sebuah teori dan spekulasi terakhir mengejutkan dunia: benarkah AS sengaja membiarkan Jepang melakukan penyerangan di Pearl Harbour?

Bayangkan, hanya dalam waktu dua jam, tentara Jepang telah berhasil meluluhlantakkan 20 unit kapal perang AS, 200 unit pesawat terbang AS, hingga menewaskan dua ribu lebih prajurit AS yang tidak pernah menyangka akan ada serangan mendadak pagi itu. Namun, pertanyaan di atas mengubah segalanya, termasuk persepsi masyarakat dunia mengenai yang telah terjadi.

Serangan dari Jepang terhadap Pearl Harbour jelas-jelas memberikan alasan kuat bagi Amerika Serikat untuk secara resmi melibatkan diri dalam Perang Dunia II. Tapi, seperti biasa dalam sejarah manusia, beberapa pihak secara skeptis melihat keanehan dalam peristiwa tersebut. Bagaimana mungkin negara adidaya semacam Amerika Serikat bisa ‘kecolongan’ dengan sedemikian dahsyatnya?

Ada beberapa bukti yang membenarkan kemungkinan AS telah dengan sengaja membiarkan Jepang melakukan penyerangan di Pearl Harbour. Sejumlah dokumen yang ditemukan membuktikan bahwa tiga hari sebelum serangan tersebut, Presiden Roosevelt sebenarnya sudah mendapatkan sebuah peringatan akan adanya serangan masif dari Jepang. Informasi yang terdapat dalam sebuah memorandum di Kantor Intelijen Angkatan Laut AS berisi peringatan bahwa Jepang benar-benar akan menyerang AS, lebih tepatnya pangkalan tentara mereka di Pearl Harbour.

Sebagian dari isi memorandum tersebut berbunyi: “Sebagai antisipasi atas konflik terbuka dengan AS, Jepang tengah memaksimalkan setiap potensinya untuk mengumpulkan informasi komersial, angkatan laut, dan militer, khususnya terhadap pesisir barat Terusan Panama dan Hawaii”

Penemuan yang menggemparkan dunia itu terjadi pada tanggal 4 Desember 1941. Statusnya rahasia dan judulnya saja “Intelijen dan Propaganda Jepang di AS”. Selain itu, memorandum tersebut juga sampai membeberkan detil usaha pengintaian pihak Jepang terhadap Hawaii, yang terdapat pada bagian yang berjudul “Metode Operasi dan Sasaran Serangan”. Isi laporan tersebut juga menjelaskan mengenai konsulat Jepang yang berada di pesisir barat Amerika Serikat telah menjadi “mata-mata” khusus untuk memberitahu negaranya mengenai info lengkap seputar kekuatan angkatan laut dan darat AS. Mengerikan, bukan?

Memorandum tersebut disimpan aman di museum dan perpustakaan Franklin D. Roosevelt di New York yang dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 1975. Sayangnya, penemuan ini belum pernah dipublikasikan hingga kini.

Jadi, benarkah AS sengaja membiarkan Jepang melakukan penyerangan di Pearl Harbour? Teori konspirasi ini ternyata sudah merebak sejak lama. Ada yang mengklaim bahwa Presiden Roosevelt memang sengaja mengabaikan peringatan yang tertulis dengan jelas dalam memorandum tersebut. Alasannya? Tentu saja ingin agar AS ikut terlibat di dalam Perang Dunia II. Meskipun publik AS saat itu jelas-jelas menentang perang, Roosevelt mendukung para Sekutu memerangi semua negara-negara yang tergabung dalam Poros Axis, seperti Jerman, Jepang, dan Italia. Adolf Hitler juga termasuk yang memanfaatkan Poros Axis tersebut untuk melanggengkan dan memperluas kekuasaannya hingga ke Indochina.

Teori konspirasi ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa setelah Januari 1941, pemerintah Roosevelt pun mengabaikan peringatan berupa kemungkinan adanya suatu serangan yang disampaikan oleh Dubes AS di dalam laporan mereka untuk Jepang. Bahkan, pemerintah juga menolak permintaan pihak militer untuk memindahkan sejumlah besar armada pesawat tempur mereka ke Hawaii.

Tapi, teori ini dibantah oleh Craig Shirley, yang menulis biografi sejarah berjudul December 1941: 31 Days That Saved America and Changed the World.  Menurut Shirley, memorandum yang diributkan hanyalah sebuah bukti bahwa Jepang memang sedang mempersiapkan perang, tapi pihak pemerintah Amerika sendiri yang waktu itu cenderung abai dan tidak sigap dalam melakukan tindakan perlindungan setelah mengetahui info tersebut. Alasannya? Amerika saat itu yakin bahwa tidak mungkin Jepang dapat memindahkan armada perang dalam jumlah banyak dengan jarak ribuan kilometer ke Hawaii, lalu menyerangnya. Selain itu, Amerika Serikat yang waktu itu merasa sebagai negara besar dan adidaya meremehkan kemampuan Jepang. Mengingat negara Sakura tersebut pulaunya lebih kecil dan penduduknya lebih sedikit, Amerika menyangka bahwa Jepang tidak akan mampu melakukan serangan semacam itu terhadap negara adidaya di dunia.

Tidak hanya AS, sikap Inggris pun demikian terhadap Jepang. Makanya, tidak heran bahwa Jepang kemudian berhasil menguasai Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Myanmar, dan Singapura yang merupakan kekuasaan Inggris. Hal ini dilakukan mereka sehari setelah penyerbuan ke Pearl Harbour, semata-mata agar AS tidak ikut mengintervensi kawasan Asia Tenggara. Seperti efek domino raksasa, rangkaian peristiwa tersebut berlanjut dengan jatuhnya wilayah Singapura pada tahun 1942 dan ditangkapnya 80 ribu prajurit Inggris. Perdana Menteri Inggris waktu itu, Winston Churchill, sampai menyebut kejatuhan Singapura ke tangan pasukan Jepang sebagai “bencana terbesar dalam sejarah kemiliteran Inggris”.

Publik AS yang tadinya menganggap Perang Dunia II hanya sebagai “perangnya bangsa Eropa” akhirnya harus menerima kenyataan bahwa AS pun bergabung. Namun, sekali lagi pertanyaan yang sama masih menghantui:

Benarkah AS sengaja membiarkan Jepang melakukan penyerangan di Pearl Harbour?(*)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,15,Islam,6,Jejak,9,Jelajah,5,Komunis,5,Konflik,17,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,59,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Teori Konspirasi Desember 1941: Benarkah AS Sengaja Membiarkan Jepang Melakukan Penyerangan di Pearl Harbour?
Teori Konspirasi Desember 1941: Benarkah AS Sengaja Membiarkan Jepang Melakukan Penyerangan di Pearl Harbour?
Ada beberapa bukti yang membenarkan kemungkinan AS telah dengan sengaja membiarkan Jepang melakukan penyerangan di Pearl Harbour.
https://4.bp.blogspot.com/-F98Z9Z-4jNs/V20ISQ2D5HI/AAAAAAAAEhY/iwZaWBbZG2c1Wli_YbCgRriVcdE5aRiyACLcB/s320/Pearl%2BHarbour-reidfile.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-F98Z9Z-4jNs/V20ISQ2D5HI/AAAAAAAAEhY/iwZaWBbZG2c1Wli_YbCgRriVcdE5aRiyACLcB/s72-c/Pearl%2BHarbour-reidfile.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/07/teori-konspirasi-desember-1941-benarkah.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/07/teori-konspirasi-desember-1941-benarkah.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy