Pemecah Belah Islam di Indonesia

Mari belajar dan memahami sejarah yang sesungguhnya. Belajar menjadi generasi kuat terhadap dongeng-dongeng pemecah belah, terutama dalam memecah belah umat islam Indonesia

Reidfile - Masuknya islam di Indonesia yang diawali oleh wirausahawan Arab yang diikuti pengusaha India dan Cina, menjadi cerita tersendiri bagi perkembangan islam di nusantara. Penyebaran islam yang dilakukan secara damai menjadi fakta sejarah istimewa bagi peradaban dunia. Dunia seakan digemparkan dengan islam yang datang dengan jalan damai dan memualainya dengan jalur perdagangan melalui pasar. Sekalipun Laksamana Cheng Ho datang dengan membawa pasukan militernya dalam jumlah yang fantastis, namun tidak pernah melakukan kekerasan, atau invasi militer, mereka tetap damai, karena sudah menjadi tabiat bagi agama ini untuk membawa rahmatalil’alamin. Namun demikian, masih banyak dongeng-dongeng murahan, cerita pemecah belah yang dilontarkan para musuh untuk menghancurkan citra islam. Ya! Dongeng untuk pemecah belah islam di Indonesia.

“ Para wirausahawan muslim tidak datang sebagai penakluk seperti yang dilakukan oleh bangsa Spanyol pada abad ke-16 M. Pasukan katolik Spanyol melakukan gerakan misssionsacre ketika berhasil menduduki Malaga (1487 M) dengan membunuh orang-orang katholik yang berpindah agama ke islam dengan bambu runcing yang beracun. Namun, wirausahawan muslim berbeda. Meraka tidak menggunakan pedang dalam dakwahnya. Mereka juga tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindasan terhadap rakyat di bawahnya. Para da’i yang menebarkan kebaikan ini hanya sebagai wirausahawan yang memanfaatkan kecerdasan dan peradabannya untuk kepentingan dakwahnya. Hartanya pun digunakan untuk kepentingan umat bukan untuk memperkaya diri sendiri.”

Dongeng-dongeng yang bertujuan untuk menghancurkan citra islam ini bertujuan untuk membangun paradigma bagi generasi muda Indonesia untuk membenci islam. Dongeng omong-kosong itu diantaranya pernah dilontarkan oleh D.G.E Hall yang dikutip dari bukunya berjudul A History of South East Asia yang menyatakan bahwa Panembahan Sultan Yusuf yang merupakan sultan kedua Banten melakukan pembantaian dan pemaksaan terhadap seluruh keluarga istana.

Penulisan sejarah yang dipalsukan juga dilakukan Belanda untuk menhancurkan sejarah yang sesungguhnya. Dan sekali lagi, ini dilakukan untuk melakukan pemecah belah islam yang terstruktur. Seperti halnya penulisan sejarah keruntuhan Kerajaan Hindu di India bagian selatan yang dikisahkan hancur akibat serangan islam. Keruntuhan Kerajaan hindu dan budha didongengkan akibat serangan islam dari Afganisthan dan Mongol, padahal sebenarnya runtuh akibat serangan imperialisme barat. Ahmad Mansur Suryanegara menuliskan beberapa ekspansi barat untuk menghancurkan kerjaan hindu dan budha, di antaranya :
  • Kerajaan Katolik Portugis di Goa
  • Kerajaan Katolik Perancis di Pondichery
  • Kerajaan Calvinis Belanda di Negapatan dan Sri Lanka
  • Kerajaan Protestan Inggris di Bombay, Kalkuta dan Madras
“ Fakta ini harus menjadi titik tolak bagi generasi muda untuk memiliki kesadaran sejarah yang benar, bukan dari cerita-cerita sejarah yang tertulis dan diajarkan hingga kini. Penulisan dan pemahaman sejarah yang benar merupakan point penting dalam membangun kekuatan peradaban bangsa, karena dengan sejarah maka generasi yang akan datang belajar dari hikmah dari masa lalu, jika sejarah masa lalu ditulis dengan dongeng palsu, maka tidak akan memberikan manfaat yang baik dan benar di masa depan”

Penulisan sejarah yang syarat akan dipalsukan juga nampak ketika banyak arsip negara dari suatu peristiwa, baru diperkenankan untuk dibuka untuk umum jika sudah berusia minimal 30 tahun. Pada masa orde lama dan orde baru pun, penulisan sejarah tentang perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh ulama dan santri juga kurang diperlihatkan dengan jelas. Meski perjuanga membela tanah air dari tangan-tangan perusak imperialisme barat oelh ulama dan santri tidak pernah absen, termasuk perlawanan mereka terhadap komunisme di Indonesia. Dengan demikian, sebenarnya siapakah yang dimaksud para biadab itu?

Perjuangan nasional yang berkembang saat ini dengan pengertian nasionalisme yang hanya disandang oleh tokoh atau organisasi yang tidak memperjuangkan agama islam meski sesungguhnya istilah nasionalisme dipelopori dan disosialisasikan penggunaannya oleh National Congres Centraal Sjarikat Islam -1e Natico, pada 17-24 Juni 1916 di Bandung.

Penulisan sejarah yang keliru dan selanjutnya diajarkan di sekolah-sekolah formal hingga kini tentu menimbulkan pemahaman serta keanehan bagi masyarakat meski benar, misalnya, adanya peran wali sanga yang membantu mengusir penjajahan dari nusantara. Meski seusngguhnya dalam catatan sejarah tertulis bahwa Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah melancarkan perlawanan senajata terhadap penjajahan Kerajaan Katolik Portugis di Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 M.

Sunan Giri juga melancarkan serangan bersenjata terhadap penjajahan Kerajaan Protestant Belanda atau VOC di Surabaya. Perjuangan ulama dan santri yang dilakukan dengan berdarah-darah ini pun ternyata tidak cukup mampu membuka tabir kebenaran di hadapan masyarakat, karena sudah terbiasa dengan cerita sejarah yang dibuat versi penjajah. Kondisi ini pun menjadikan posisi yang sulit bagi peran ulama dan santri, contohnya akan lebih sukar jika terdapat tulisan yang menyatakan adanya perlawanan santri terhadap imperialisme dan kapitalisme barat.

Peran ulama dan santri hanya dikesankan sebagai pendidik agama islam, identik dengan masjid dan pesantren sebagai tempat aktivitasnya. Kehadiran ulama dan santri pun hanya dinilai dengan ajaran islam yang bersifat ibadah meski pada faktanya islam mampu menciptakan perubahan ekonomi, sosial, budaya dan politik. Islam juga mampu membangun peradaban istimewa yang keberadaaannya mampu memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia. Islam telah membantu menanamkan jiwa nasionalisme, kesadaran bertanah air dan mempertahankan kemerdekaan.

Mari belajar dan memahami sejarah yang sesungguhnya. Belajar menjadi generasi kuat terhadap dongeng-dongeng pemecah belah, terutama dalam memecah belah umat islam Indonesia. (Sandy Kun)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,17,Islam,6,Jejak,10,Jelajah,6,Komunis,5,Konflik,18,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,60,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Pemecah Belah Islam di Indonesia
Pemecah Belah Islam di Indonesia
Mari belajar dan memahami sejarah yang sesungguhnya. Belajar menjadi generasi kuat terhadap dongeng-dongeng pemecah belah, terutama dalam memecah belah umat islam Indonesia
https://1.bp.blogspot.com/-mccIo-qbv3s/V437fnH6_PI/AAAAAAAAFNc/XRTH71b7MfcgADPC045dojZ6VsHc2lM4wCLcB/s320/Pemecah%2BBelah%2BIslam%2Bdi%2BIndonesia.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-mccIo-qbv3s/V437fnH6_PI/AAAAAAAAFNc/XRTH71b7MfcgADPC045dojZ6VsHc2lM4wCLcB/s72-c/Pemecah%2BBelah%2BIslam%2Bdi%2BIndonesia.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/07/pemecah-belah-islam-di-indonesia_19.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/07/pemecah-belah-islam-di-indonesia_19.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy