7 Desember 1944: Penyerbuan Pearl Harbour

7 Desember 1944: Penyerbuan Pearl Harbour, Perang Asia Timur Raya, Perang Dunia II, Pearl Harbour, Jepang, Amerika, Reidfile

Reidfile - Sudah pernah menonton film Pearl Harbour yang dibintangi oleh Ben Affleck, Josh Hartnett, dan Kate Beckinsale? Film Hollywood ini dibuat dengan latar belakang kisah nyata sejarah penyerbuan tentara Jepang ke Pearl Harbour yang terjadi pada tanggal 7 Desember 1941, di Minggu pagi yang cerah, sekitar pukul 7:30. Serangan mendadak ini langsung membuat tentara Amerika Serikat yang tengah bertugas di sana kalang kabut. Banyak korban berjatuhan, seperti lazimnya saat perang.

Namun, mengapa bisa sampai terjadi penyerbuan ke Pearl Harbour? Serangan udara dan laut terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat yang terletak di Hawaii ini berawal dari ulah Amerika sendiri yang mengembargo Jepang, sehingga kiriman berupa pasokan minyak bumi ke Jepang menjadi terhambat. Kalau ingin melihat lebih jauh ke belakang lagi, Amerika merasa terancam lebih dulu karena saat itu Jepang telah berhasil menguasai Manchuria dan berusaha menaklukkan seluruh daratan Tiongkok. Bahkan, negeri Sakura tersebut termasuk salah satu negara yang ikut menandatangani Poros Axis dengan penguasa Jerman legendaris pada masa itu, Adolf Hitler. Poros Axis sendiri adalah perkumpulan negara-negara yang terbentuk karena melawan pihak Sekutu (seperti Amerika Serikat dan Inggris) pada masa Perang Dunia II. Meskipun tidak saling mengoordinasikan jadwal dan strategi perang mereka kepada sesama pihak Poros Axis, yang penting adalah kesepakatan mereka dalam melawan pihak Sekutu.

Tidak lama setelah Jepang menandatangani kesepakatan Poros Axis, Adolf Hitler berhasil menguasai Indochina. Hal ini tentu saja semakin membuat Amerika panik dan merasa terancam, lalu membalasnya dengan melakukan embargo minyak terhadap Jepang. Kedua pihak tersebut sebenarnya sama-sama tertarik dengan wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia yang kaya akan minyak, batu bara, dan bahan mentah hasil bumi lainnya. Berusaha melepaskan diri dari embargo, Jepang berunding dengan Amerika Serikat untuk membatalkannya. Sayang sekali, satu-satunya syarat bebas embargo yang diajukan negara Paman Sam tersebut enggan dipenuhi oleh Jepang, yaitu: angkat kaki dari Tiongkok.

Di sinilah, perebutan daerah kekuasaan dan pengaruh antara kedua negara tersebut semakin memanas. Gagal menyingkirkan Jepang dari Tiongkok, Amerika Serikat langsung melanjutkan serangan politik mereka dengan mulai membekukan aset-aset berharga bangsa Jepang. Apalagi, waktu itu Jepang semakin bergerak menguasai Asia Tenggara, termasuk menyerang Indochina. Diplomasi semakin alot dan terancam gagal.

Seorang ahli teori Hubungan Internasional dari Inggris, Ken Booth, berpendapat bahwa peran militer yang sesungguhnya adalah menggunakan kekuatan secara penuh dalam memenangkan perang maupun konflik bersenjata lainnya. Beberapa tujuan dari penggunaan kekuatan tersebut adalah untuk menegakkan kedaulatan negara di perairan (laut) berupa pertahanan negara dan penangkalan potensi serangan dari pihak asing lewat persiapan perang, menangkal ancaman militer lewat laut, menjaga dan mempertahankan kestabilan kawasan maritim, hingga melindungi dan menjaga perbatasan perairan dengan negara-negara tetangga di sekitarnya.

Lalu, bagaimana dengan peran diplomasi? Masih menurut Ken Booth, peran diplomasi digunakan dengan memanfaatkan perairan (laut) untuk alat diplomasi dalam rangka mendukung kebijakan luar negeri suatu pemerintahan. Taktik ini dirancang dalam rangka memengaruhi negara-negara sekitar yang sedang berada dalam kondisi damai atau pun bermusuhan.

Serangkaian peristiwa di atas kemudian mengantarkan dunia pada penyerbuan tentara Jepang ke Pearl Harbour. Jepang yang pada waktu itu ingin menguasai kawasan Asia menganggap kehadiran armada laut milik Amerika Serikat, yang waktu itu baru saja dipindahkan dari San Diego ke Hawaii, dapat berpotensi menjegal rencana jangka panjang mereka. Apalagi, yang namanya ‘serangan fajar’ secara mendadak selalu berpotensi menjatuhkan mental, bahkan untuk prajurit paling berani dan waspada sekalipun. Mau tidak mau, dengan adanya serangan itu, pihak Amerika Serikat terpaksa mundur untuk pemulihan, sekaligus berusaha melakukan perundingan diplomatik kembali.

Lalu, bagaimana dengan kronologi penyerbuan ke Pearl Harbour tersebut? Menurut catatan sejarah, Jepang sudah mulai merencanakan serangan tersebut sejak April 1941. Waktu itu, kekuatan armada laut mereka berada di bawah pimpinan Laksamana Madya Chuici Nagumo.

Sepanjang bulan Mei 1941, para penerbang angkatan laut Jepang (yang kemudian dikenal sebagai pasukan kamikaze – yang artinya “angin para dewa”) mulai berlatih untuk kesuksesan penyerbuan mereka ke Pearl Harbour. Latihan perang intensif berikutnya adalah War Games (yang artinya “permainan perang”), yang dilakukan dari tanggal 12 hingga 16 September 1941, di Japanese Naval Staff College. Latihan ini termasuk mengatur dan menyempurnakan rancangan manuver strategis untuk penyerbuan Pearl Harbour.

Sebelum rencana besar mereka terlaksana, tentu saja mereka masih membutuhkan persetujuan terakhir dari staf Jenderal AL Jepang, yang mereka dapatkan pada tanggal 3 November 1941. Pada tanggal 26, masih di bulan dan tahun yang sama, gugus tugas yang berisi 30 kapal milik tentara AL Jepang bergerak menuju Hawaii. Chuici Nagumo berada di Akagi, salah satu dari enam kapal induk.

Pada tanggal 1 Desember 1941, Kaisar Yamamoto merestui penyerbuan Pearl Harbour. Sebagai izin dari beliau, pesan kode bernama “Daki Gunung Nakita” diterima oleh armada utara pertama. Tanggal 6 dan 7 adalah persiapan final mereka, termasuk mengisi bahan bakar bagi pesawat tempur.


Serangan yang kemudian memakan waktu selama lebih dari enam jam tersebut berhasil menargetkan Landasan Kaneohe, Ford Island, Wickham, Bellows, Wheeler, dan Ewa. Meski sudah mendatangkan pesawat pengebom B – 17 dari Mainland ke Oahu yang memakan waktu 14 jam perjalanan, pihak Amerika tetap saja kelabakan. Lautan api langsung menyelimuti Oahu. Dalam kurang dari sehari, Pearl Harbour pun hancur lebur.






Setelah berhasil melakukan penyerbuan terhadap Pearl Harbour, pihak Jepang pun mundur. Gubernur Amerika akhirnya menandatangani proklamasi perang terhadap Jepang pada pukul 16:25 waktu Hawaii. Peristiwa ini juga memberlakukan hukum militer mereka.(*)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,15,Islam,6,Jejak,9,Jelajah,5,Komunis,5,Konflik,17,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,59,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: 7 Desember 1944: Penyerbuan Pearl Harbour
7 Desember 1944: Penyerbuan Pearl Harbour
7 Desember 1944: Penyerbuan Pearl Harbour, Perang Asia Timur Raya, Perang Dunia II, Pearl Harbour, Jepang, Amerika, Reidfile
https://3.bp.blogspot.com/-_n6M-2_KnzU/V2zjzn2yoRI/AAAAAAAAEgs/0dA6Kij89qo1rjl_mgt5ltg7y03u3sJzQCLcB/s320/Pearl-Harbour_reidfile.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-_n6M-2_KnzU/V2zjzn2yoRI/AAAAAAAAEgs/0dA6Kij89qo1rjl_mgt5ltg7y03u3sJzQCLcB/s72-c/Pearl-Harbour_reidfile.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/07/7-desember-1944-penyerbuan-pearl-harbour.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/07/7-desember-1944-penyerbuan-pearl-harbour.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy