Kota Timbuktu : Peradaban Islam Di Antara Padang Gurun

Kota Timbuktu berdiri sekitar tahun 1100 M. dahulunya, tempat ini merupakan tempat perkemahan suku nomaden Tuareg.

Reidfile - Timbuktu merupakan sebuah kota di Negara Mali yang terletak di sebelah barat Afrika. Kota Timbuktu pernah menjadi tempat penting sebagi persinggahan rute caravan trans-Sahara. Letak geografisnya yang snagat strategis menjadikan Timbuktu menjadi tempat titik pertemuan antara penduduk Afrika di sebelah barat dengan penduduk Barbar nomaden serta beberapa suku Arab yang terletak di sebelah barat. Timbuktu pun menorehkan sejarah panjangmenjadi kota penhubung perdagangan antara AFrika Barat dengan suku Barbar, Arab dan Yahudi melintasi Afrika Utara dan juga beberapa pedagang Eropa. Tak ayal, muncul ungkapan “ from here to Timbuktu (dari sini sampai Timbuktu), yang menggambarkan jarak yang jauh sekali.

Kota Timbuktu berdiri sekitar tahun 1100 M. dahulunya, tempat ini merupakan tempat perkemahan suku nomaden Tuareg. Setelah terbentuknya kekaisaran Mali, sekitar abad XIII, ketika Sultan Mali saat itu bernama Mansa Musam, membangun sebuah menara untuk Masjid Agung (Djingereyber) dan sebuah permukiman mewah bernama Madungu (yang sempat mengalami renovasi berkali-kali). Timbuktu kemudian masukke dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Mossi di Yatenga. Timbuktu kemudian kembali kepada Kerajaan Mali setelah seorang pengelana dari Afrika Utara bernama Ibnu Battutah datang ke tempat itu dan mengembalikannya pada kekuasaan sebelumnya di tahun 1353.

Pada abad ke-14, Timbuktu menjadi sebuah kota perdagangan emas dan garam yang sangat penting. Membanjirnya barang-barang dagangan dari Afrika Utara, menyebbakan kaum terpelajar muslim mulai berdatangan juga ke kota ini. Perdagangan dan pendidikan pun semakin berkembang, namun sangat disayangkan, suku Tuareg pada tahun 1433 kembali merebut kekuasaan di kota Timbuktu. Tidak selang berapa lama, di tahun 1468 kota Timbuktu pun berhasil direbut oleh Sonni’ Ali dari Songhai. Kekuasaannya pun diteruskan oelah Muhammad I Askia yang kemudian mendikan Dinasti Askia (berkuasa pada tahun 1493-1528). 

Dinasti Askian pun menunjukkan taring kehebatannya. Pada masanya, mampu menorehkan tinta emas, yaitu mengalami kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan perdagangan. Barang-barang dagangan pun hilir mudik keluar-masuk dari Wadan, Tuwat, Ghudamis, Augilla dan kota-kota lain di Maroko. Perdagangan emas dan budak yang ditukarkan dengan garam Taghaza, pakaian dan kuda dari Afrika Utara juga berkembang pesat. Perkembangan ini pun diikuti dengan ketertarikan para pelajar dari penjuru Jazirah Arab (Makkah dan Madinah) untuk menuntut ilmu di Timbuktu.

Letak geografis Timbuktu berada di ujung selatan Gurun Sahara atau sekitar 13 kilometersebelah utara Sungai Niger. Perlu diketahui bahwa dalam catatan sejarah, Timbuktu merupakan pusat ekspansi islam di benua Afrika. Timbuktu, yang kemudian berkembang menjadi kota pusat pengetahuan dan spiritual di akhir kekuasaan Dinasti Mandingo Askia (1493-1591). Perkembangan Timbuktu dalam bidang pengetahuan dan islam, maka berdirilah universitas yang terkenal yaitu Universitas Qur’an Sankore yang mampu menumbangkan metode pengajaran ilmu pengetahuan dunia.

Universitas Sankore memilih berbeda dan lebih istimewa untuk level universitas di abad pertengahan. Keistimewaan universitas ini ada pada konsep “ madrasah” dengan metode pembelajran yang sangat berbeda dengan universitas-universitas di Eropa. Madrasah yang diusung Universitas Sankore disetting dengan menggabungkan beberapa sekolah atau perguruan tinggi independen yang masing-masng dipimpin oleh seorang kepala atau imam.  Setiap murid memiliki   seorang dan pembelajaran dilakukan di ruang terbuka. Sebuah sistem pembelajaran yang menjadi inspirasi metode belajar hingga era globalisasi saat ini. 

Pelajar-pelajar di masdrasah tersebut difokuskan untuk belajar Al Qur’an meski diikuti belajar sains, astronomi, dan sejarah. Keunikan model pembelajaran lainnya yaitu setiap pelajar diharuskan menulis buku mereka sendiri sebagai bagian dari model beasiswa sosio-ekonomi. Keuntungan dari penjualan hasil karya mereka itu kemudian digunakan untuk pembiayaan kuliah mereka. Selain fokus pengembangan metode belajar yang asij dan produktif, Universitas Sankore juga memiliki banyak pengajar yang handal di bidangnya. Di antara para pengajar yang terkenal yaitu Ahmed Baba. Seorang tokoh ahli di bidang sejarah dan namnya sering disebut dalam Tarikh Al Sudan dan beberapa litertaur lain yang mendunia.

Kehebatan Universitas Sankore pun tidak berhenti sampai di situ. Pada abad XIV tersebut, ketika sekolah-sekolah local mash menggunakan huruf Yunani Kuno pada buku-buku referensi mereka, Universitas Sankore membuat gebrakan dengan menulis ulang buku-buku tersebut dalam bahsa dan tulisan Afrikan di Timbuktu. Lagi-lagi, Timbuktu menunjukkan akan peran pentinganya dalam dunia ilmu pengetahuan di masanya, masa kejayaan islam di bumi Afrika. Kejayaan islam di bumi Afrika pun telah dibuktikan dengan berdirinya tiga masjid agung yang dibangun pada masa kejayaan islam dan masjid tersebut masih berdiir sampai sekarang. Ketiga masjid tersebut adalah Djingareyber, Sankore dan Sidi Yahia. Yang unik dari ketiga masjid yang menjadi simbol kejayaan islam ini, dibangun dari lumpur., namun jangan dianggap remeh, karena tempat ini diasumsikan sebagia tempat berdiirnya universitas pertama di dunia.

Ketiga masjid tersebut dikenal dengan julukan mud and timber mosque da nada poul ayang menjulukinya sebagai oasis di padang Timbuktu. Masjid yang merupakan pusat ibadah umat islam di abad ke-14 dan ke-15 ini juga menjadi tempat belajar para pelajar, sehingga dikenal juga dengan sebutan Ambassadors of Peace. Timbuktu juga mencatat sebanyak 25.000 pelajar telah menimba ilmu di universitas dan madrasah di kota ini.

Warisan paling berharga lainnya dari Timbuktu yaitu terdapat 100.000 manuskripkuno yang masih terjaga sampai sekarang. Beberapa manuskrip dianatranya berasal dari masa pra-islam dan abad ke-12 M yang keberadaannya tersebar di seluruh penjuru kota Timbuktu dan dijaga ketat. Hal ini dikarenakan, beberapa manuskrip tersebut berisi rahaisa keluaraga. Yang istimewa dari manuskrip itu yaitu ditulis darlam Bahasa Arab atau Fulani. Manuskrip-manuskrip tersebut berisikan ragam pengethauan, diantaranya astronomi, music dan botani. Selian itu manuskrip-manuskrip tersebut juga memuat tentang ilmu hukum, sains dan sejarah, agama, perdagangan dan sebagainya.

Tahun 1970, Institut Ahmed Baba di Cedrab bekerjasama dngan pemerintah Mali dan UNESCO berhasil mengumpulkan manuskrip-manusktrip tua tersebut.lebih dari 18.000 manuskrip telah dikumpulkan oleh Ahmed Baba Centre dan diperkirakan masih ada sekitar 3300.000-700.000 untuk sisanya.

Popularitas Timbuktu mulai menurun setelah jatuh ke tangan Maroko pada tahun 1591. Dua tahun setelah jatuhnya ke tangan Maroko, para sarjana ditangkap dengan tuduhan ketidaksetiaan, sementara yang lainnya dibuang ke Maroko. Kekuatan Maroko dengan kekuatan militernya (pasukan Garnisiumnya) ternyata tidak mampu menahan serangan kaum Niger, sehingga Timbuktu berulang kali diserang dan ditaklukkan oleh suku Bambara, Fulani dan Tuareg pada tahun 1893, hingga kahirnya Perancis menguasai kota ini. Pemerintaan Perancis  pun mulai mengangkat Timbuktu dari keterpurukan dan keterasingannya secara bertahap, hinga pada tahun 1960, kota ini menjaid bagian wilayah Republik Mali.

Kini, Timbuktu menjadi pusat administrasi Mali. Dan beberapa caravan kecil bermuatan garam dari kota Taoudenni masih sering melintasi kota ini di musim dingin meskipun perdagangan emas Afrika sudah tidak ada lagi dan rute perdagangan trans-Sahara sudah lama mati. Meski demikian, dunia pasti akan mengatakan bahwa ada islam dimanapun berada. (Sandy Kun)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,14,Islam,6,Jejak,7,Jelajah,3,Komunis,5,Konflik,17,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,57,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Kota Timbuktu : Peradaban Islam Di Antara Padang Gurun
Kota Timbuktu : Peradaban Islam Di Antara Padang Gurun
Kota Timbuktu berdiri sekitar tahun 1100 M. dahulunya, tempat ini merupakan tempat perkemahan suku nomaden Tuareg.
https://2.bp.blogspot.com/-DEXDImIKBwA/WZw7hUatj_I/AAAAAAAAADE/4g4Ukx_BKw4GnaxHYpgJ7iG-a5uV_3koQCLcBGAs/s320/Kota%2BTimbuktu%2B%2BPeradaban%2BIslam%2BDi%2BAntara%2BPadang%2BGurun.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-DEXDImIKBwA/WZw7hUatj_I/AAAAAAAAADE/4g4Ukx_BKw4GnaxHYpgJ7iG-a5uV_3koQCLcBGAs/s72-c/Kota%2BTimbuktu%2B%2BPeradaban%2BIslam%2BDi%2BAntara%2BPadang%2BGurun.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/06/kota-timbuktu-peradaban-islam-di-antara.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/06/kota-timbuktu-peradaban-islam-di-antara.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy