Perang Asia Timur Raya dan Propaganda Jepang

Perang Asia Timur Raya dan Propaganda Jepang, Penyerbuan Pearl Harbour, Perang Asia Timur Raya, Reidfile

Reidfile - Penyerbuan Pearl Harbour yang berada di Samudera Pasifik pada 7 Desember 1941 mengawali Perang Asia Timur Raya. Perang yang dilancarkan Kerajaan Shinto Jepang ini, memfokuskan penyerangan untuk menguasai Asia Pasifik untuk dijadikan Lebensraum-Living Space-lahan kehidupannya. Perang Asia Timur Raya ini menjadikan tantangan berat bagi Kerajaan Shinto Jepang karena berhadapan dengan negara-negara penjajah lainnya. Kerajaan Shinto Jepang harus berhadapan dengan Amerika Serikat yang menjajah Filiphina, Perancis yang menjajah Indo Cina, Inggris penjajah India-Pakistan-Birma/Myanmar-Sri Langka, Belanda yang menjajah Indonesia, serta ingin menguasai Cina.

Baca : Penyerbuan Pearl Harbour

Perang Asia Timur Raya yang berlangsung pada 1941-1945 M, menghadapkan Jepang dengan ABCD Front atau sebutan untuk Amerika, British, Cina, Dutch-Amerika, Ingrris, Cina, Belanda dan Australia. ABCD Front muncul akibat dari Perancis yang telah dikuasai Jerman dan dibentuklah pemerintah Vichy pada September 1940 yang berpihak kepada Hitler. Hal ini menyebabkan perubahan pemerintahan di Perancis yang berakhir dengan mengijinka Jepang membangun pangkalan militernya di Indo Cina dan secara otomatis, keluar dari ABCD Front.

Jepang yang berhasil membangun pangkalan militernya di Indo Cina juga menginginkan dibangunnya pangkalan militer selanjutnay di Indonesia, namun tentu tidak diijinkan oleh pemerintahan colonial Belanda. Belanda menolak memberikan ijin karena merasa kuat, ditambah mendapat dukungan oleh kelompok pendukung, seperti Gerindo, Parindra, Parpindo, Partai Kristen dan Katolik. Penolakan ini juga diikuti dengan tindakan pembekuan aktiva dan ekspor ke Jepang.

Pemerintaha kolonial Belanda terus berupaya untuk tetap mempertahankan eksistensinya di negeri untuk menghalau kehadiran Jepang, namun apakah benar, Belanda masih bisa bertahan? Jawabannya, simak yang berikut ini.

Perang Asia Timur Raya yang berujung pada kedatangan Jepang ke Nusantara menjadi catatan tersendiri bagi sejarah bangsa ini, karena sebenarnya tidak seorang pun, baik dari kalangan militer maupun politisi yang dapat memastikan kapan perang antara Jepang dan kolonial Belanda dimulai. Carl Von Clausewitz menyatakan bahwa perang keduanya tiba-tiba muncul dengan tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya, seperti embrio yang terus berkembang membesar. Perlu dicatata bahwa, kunci utama yang dilakukan oleh Jepang yaitu dengan Propaganda.

Adolf Hitler dalam Mein Kampf, menjelaskan tentang apa dan bagaimana nilai propaganda. Fungsi propaganda bukanlah sebagai suatu kebohongan dalam latihan keilmiahan individual, melainkan sebagai suatu upaya untuk memanggil atensi massa terhadap fakta, prose, kepentingan dan yang lainnya. Melalui propaganda digunakan untuk membangkitkan dan mendorong semangat yang mengendor. Perlu diketahui juga bahwa Pihak Axis Pact-Pakta Poros (Jerman, Italian dan Jepang) menggunakan istilah leadership and propaganda. Pihak Allied Forces- Sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Perancis) menggunakan istilah managerial and promotion. Perang tidak hanya saling berlomba menciptakan senjata baru, namun perang juga melahirkan istilah yang tidak mau menggunakan istilah yang dipakai oleh lawannya dan disebut  language war-perang Bahasa (Suryanegara, 2010).

Propaganda memiliki peran yang sangat signifikan dalam beberapa hal di antaranya sebagai pembentuk visi obyeknya, membangkitakan rasa ketertarikan massa untuk membangun jiwa juang dengan menyasar psikologis dan intelektual massa secara luas. Bangsa Jerman telah membuktikan bahwa propaganda mampu memperkuat geopolitik di wilayahnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Jepang dengan sasarannya Asia dan Pasifik dengan tantangan kultur yang beragam. Jepang melakukan persiapan khusus untuk Indonesia dengan menyiapakan propaganda yang diarahkan untuk mengubah opini ulama dan umat islam Indonesia agar memberi simpati terhadap Kerajaan Shinto Jepang.

Propaganda diawali pada tahun 1935 M dengan mendirikan masjid pertama di Kobe diikuti acara pembukaan dengan mengundang Pangeran Husein dari Yaman, kemudian tahun 1938 M disusul masjid di Tokyo. Jepang juga mendirikan Perserikatan Islam Jepang (Dai Nippon Kaikyo Kyokai) yang dipimpin oleh Jenderal Senjuro Hayashi dan dikenal sebagia Bapak Islam Jepang. Propaganda Jepang berlanjut dengan mengadakan pameran islam di Tokyo yang  bertepatan dengan sebulan setelah Jerman menyerang Polandia. Pameran islam yang dilakukan untuk propaganda Indonesia, maka Jepang mengundang Majelis Islam A’la Indonesia, bahkan seluruh biaya akomodasi dan transportasi ditanggung oleh Jepang.

Pameran islam yang dilakukan Jepang ternyata membuahkan hasil. Undangan pameran ini menjadi peristiwa pertama pandangan umat islam Indonesia yang sebelumnya dari Timur Tengah ke negeri matahari terbit. 

“Kekaisan Shinto Jepang yang melakukan pendekatan terhadap ulama dan pimpinan partai islam, maka pimpinan Parindra mendapat tugas untuk mengimbangi islam degnan melakukan pendekatan ke Jepang dengan menyekolahkan beberapa pemuda ke Jepang. Parindra pun bersikap ganda, di sisi lain meminta rakyat untuk setia kepada Belanda, namun dipihak lain juga melakukan aksi pro Jepang. Betapa munafiknya”.

Setelah berhasil memikat para ulama, Jepang melakukan propaganda lanjutan dengan memberikan dukungannya terhadap pengibaran bendera merah putih. Para ulama pun terus memberikan simpatinya terhadap Jepang, apalagi setelah Jepang juga berhasil memukul mundur Kolonial melalui Kapitulasi Kalijati pada 8 Maret 1942 M.  Hati rakyat Indonesia pun semakin terbuka setelah dibebaskannya tokoh-tokoh nasional dari pembuangannya, seperti Dr. Abdul Karim dari pembuangannya di Sukabumi, Ir. Soekaro dari Bengkulu, Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir dari Banda.

Propaganda Jepang juga lebih terarah kpada ulama di desa-desa. Propaganda ini dinilai snagat efektif dibandingkan yang dilakukan oleh Jerman atas ulama di Timur Tengah, karena Jepang lebih menampilkan kekuatan militernya dari pada dukungan dan penghormatan terhadap islam. Belajar dari Jerman, maka Jepang memilih strategi bentuk pendekatan yang menyentuh hati meski pilihan ini sangat bertolak belakang dengan kepentingan perangnya. Hal ini dilakukan oleh Jepang tanpa alasan. Berikut ini dasar pertimbangan, arah gerak Jepang yang lebih memilih mendekatai ulama di pedesaan, yaitu
  1. Perang sangat memerlukan dukungan losgistik. Dengan menguasai desa-desa perdikan yang dipimpin ulama, maka akan membantu mensuplai kebutuhan pangan.
  2. Ulama desa umunya tidak ikut tergabung dalam partai politik islam sehingga tidak akan pernah ada pembicaraan yang mengarah ke kekuasaan politik atau kedaulatan islam.
  3. Kekuatan gootng toyong yang dimiliki masyarakat desa menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi Jepang untuk membangun basis kekuatan.
  4. Penjajahan barat telah membangun paradigm bagi masyarakat desa, bahwa lawan terberat mereka adalah penjajah kristen.
  5. Kondisi geografis di desa mendukung basis pertahanan bagi Jepang.
Harry J. Benda menyebutkan bahwa strategi pendekatan ini dikenal dengan sebutan Nippon’s Islamic Grass Roots Policy. Strategi yang dilakukan Jepang menjadi sebuah pelajaran penting bagi kita, bahwa masyarakat Indonesia harus cerdas, belajar berbagai banyak pengetahuan sehingga di masa mendatang tidak akan mudah untuk “dikibuli". (Sandy Kun)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,14,Islam,6,Jejak,7,Jelajah,3,Komunis,5,Konflik,17,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,57,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Perang Asia Timur Raya dan Propaganda Jepang
Perang Asia Timur Raya dan Propaganda Jepang
Perang Asia Timur Raya dan Propaganda Jepang, Penyerbuan Pearl Harbour, Perang Asia Timur Raya, Reidfile
https://2.bp.blogspot.com/-_HLJj09y9P4/WZw4ZgAQ_0I/AAAAAAAAAC4/RrSeMTAjh-g0DOdt2yVqo1Qi42GcO_KnACLcBGAs/s320/Perang%2BAsia%2BTimur%2BRaya%2Bdan%2BPropaganda%2BJepang.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-_HLJj09y9P4/WZw4ZgAQ_0I/AAAAAAAAAC4/RrSeMTAjh-g0DOdt2yVqo1Qi42GcO_KnACLcBGAs/s72-c/Perang%2BAsia%2BTimur%2BRaya%2Bdan%2BPropaganda%2BJepang.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/05/perang-asia-timur-raya-dan-propaganda.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/05/perang-asia-timur-raya-dan-propaganda.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy