Imperialisme Barat, Kuno dan Modern

Imperialisme Barat Kuno dan Modern, Indonesia, Imperialisme barat, Penjajahan imperialisme barat, umat islam

Reidfile - Dalam perjalanan sejarah, imperalisme barat telah berhasil memporak-porandakan bangsa Indonesia. Imperialisme barat yang berhasil menguasai Indonesia ratusan tahun, ternyata telah mengalami perkembangan. Terdapat dua macam imperialisme barat yang berhasil dicatat, yaitu pertama, imperialisme kuno pada tahun 1494-1970 M yang didirikan oleh kalangan katolik dengan diawali Perjanjian Tordesilas Spanyol yang dikondani oleh Paus Alexander VI. Imperialisme kuno ini memiliki misi 3 G yaitu Gold, Gospel dan Glory.

Imperialisme Barat yang kedua yaitu imperialisme modern pada tahun 1870 M, dengan dukungan penuh dari penjajah dengan protestan sebagai landasan gerakannya. Imperialisme modern muncul setelah runtuhnya negara gereja Vatikan tahun 1870 M oleh gerakan nasionalis Italia. Gerakan imperialisme modern mulai menjalar ke seluruh dunia termasuk Indonesia dengan menjadikan tanah jajahan sebagai sumber bahan mentah dan pasar. Pemerintahan kolonial yang menguasai Indonesia saat itu, sedang berupaya untuk melumpuhkan ulama dan petani muslim yang tinggal di daerah pedesaan dan pedalaman melalui sistem Tanam Paksa (1830-1919 M).
“ Sejarah perkembangan imperialisme barat perlu dijabarkan agar kita mengetahui dan memahami mengapa para ulama dan santri melancarkan gerakan perjuangan dengan segenap harta dan bendanya untuk tujuan kemerdekaan bangsa, baik merdeka secara politik, ekonomi maupun beragama.”  
Indonesia sebagai negara yang kaya sumberdaya alam, sangat dirugikan dengan imperialisme barat. Potensi sumberdaya alam yang dimiliki, harusnya bisa dimanfaatkan oleh bangsa sendiri, terbukti sebelum invasi dan agresi imperialisme barat, produksi rempah-rempah Indonesia berhasil dipasarkan ke pasar dunia. Kondisi geografis yang strategis dengan dikelilingi laut dan samudera menjadikan kaum muslimin Indonesia memiliki penguasaan kemaritiman yang baik. Kemampuan kemaritiman yang baik ini digunakan untuk menguasai jaringan jalan niaga laut dunia, sehingga tidak heran, jika fakta sejarah menyebutkan bahwa setiap pulau di Indonesia terdapat penduduk muslim. Kemampuan kemaritiman ini ternyata tidak cukup untuk menghalau hadirnya imperialisme barat, karena tidak didukung kesiapan persenjataan dalam menghadipi invasi dan agresi yang dilancarkan penjajah.

Imperialisme barat merusak kehidupan damai bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia dengan armada perang lautnya yang sangat kuat. Dukungan modal dan persenjataan kuat, imperialisme barat berhasil menguasai pintu-pintu gerbang perniagaan laut yang terletak di antara Kesultanan Turki di Timur Tengah dan negara Asia Afrika lainnya. Gerakan menguasai jalur peniagaan ini dilakukan dengan menyewa tenaga-tenaga kriminal yang tugasnya membinasakan bangsa-bangsa yang lemah, seperti rusaknya Aborigin dan Indian, hilangnya  Kerajaan Inca.

Penguasaan pintu utama perniagaan utama ini dilakukan secara sistematik, untuk memutus jalur niaga dunia. Gerbang niaga laut di pulau-pulau yang terletak di Laut Merah dikuasai untuk mematahkan aktivitas perniagaan dari Kesultanan Moghul di India dengan negara-negara Asia Afrika lainnya. Terputusnya jalur niaga ini, secara otomatis memutuskan jaringan perniagaan Kesultanan Turki dan negara-negara penghasil rempah-rempah di India, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Kondisi dunia yang sangat mencekam ini tentu memberikan shock teraphy bagi kaum muslimin di Indonesia yang terbiasa melakukan kegiatan perdagangan secara aman dan damai. Tidak memiliki armada perang seperti yang dimiliki oleh imperalisme barat. Meskipun demikian, kaum muslimin tetap menjadi pelopor perlawanan terhadap imperialis dan kapitalis tersebut. Dengan demikian, bisa disebut bahwa islam lah sebagai pembangkit kesadaran nasional, melindungi tanah air dari penajajahn.

Dalam catatan sejarah yang dipahami masyarakat luas, bahwa periode kebangkitan kesadaran nasional muncul pada abad ke-20 M, namun sebenarnya sudah ada sejak abad ke-16 yaitu sejak masuknya imperialis katolik ke Indonesia dan lagi-lagi, kaum muslimin Indonesia menjadi pelopor terdepan dalam perlawanan imperalisme katolik Portugis. Bangkitnya kesadaran nasional yang dipelopori oleh kaum muslimin di Indonesia, menjadi bukti bahwa kaum muslimin sangat sadar akan cinta tanah air, bangsa dan agama yang telah dirusak oleh imperialisme barat. Kaum muslimin memiliki jiwa nasionalis yang sangat tinggi.

Penjajahan imperialisme barat juga merusak iklim tolerasni antar umat beragama di nusantara. “Apa buktinya jika kehidupan tolerasnsi beragama di Indonesia dirusak oleh imperialisme kerajaan protestan Belanda? Benarkah bahwa protestan pemersatu bansga Indonesia seperti yang ditmapilkan di Diorama Monumen Nasional (Monas) di Jakarta? Jawabnya adalah realistas sejarah imperialis barata di Eropa, berangkat dari Perang Agama antar salib, dimana agama katolik bentrok dengan agama protestan dan calvinisme (Suryanegara, 2010). Pemerintahan kolonial yang berhasil menududuki nusantara dipimpin Gubernur Jenderal Reyniers mencoba memberlakukan ordonasi agama tahun 1651. Ia mencoba memberlakukan sistem kehidupan agama dan politik seperti di Eropa”dalam satu negara hanya ada satu agama yaitu protestan”.

Imperialisme barat yang datang ke Indonesia dengan dendam perang di perang salib juga menyebabkan arena pertarungan baru.  Kedua agama ini tidak hanya saling berperang antar sesama penganut salib, namun juga memerangi penganut islam, sehingga Indonesia menjadi arena perang agama segitiga (menurut J.C Van Leur dalam Indonesia Trade dan Society). Perang antara katolik melawan protestan serta keduanya sebagai penjajah melawan pribumi islam di nusantara yang tidak mau dijajah. Pergerakan imperialisme barat pun sangat identik dengan keinginan penguasaan perniagaan dengan peperangan dan dikombinasikan dengan penyebaran agama secara paksa.

Di bawah tekanan penjajah yang menggunakan agama katolik dan protestan sebagai dasar motivasi penjajahannya, maka bangkitlah kesadaran gerakan perlawanan dari umat islam Indonesia untuk membuat organisasi bersenjata di nusantara untuk menghadang para penjajah.

Hari ini, sejarah masih mencatat bahwa umat islam memiliki peran yang besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kaum muslimin berjuang dengan gigih untuk tetap mempertahankan keutuhan nusantara. Jiwa nasionalis yang tinggi pun akan selalu tampak dalam setiap gerak perjuangannya. Kala itu umat islam bangkit untuk berperang dengan senjata karena armada perang penjajah yang sangat kuat, namun ingatlah bahwa islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian, sehingga tidak heran jika bangsa ini pernah makmur bersama para pedagang-pedagang muslim dari seluruh dunia. 

Detik ini, bangsa Indonsia juga masih berjuang. Menyelesaikan pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. Krisis moral berkepanjangan, ketidakadilan semakin hilang, kepercayaan yang mulai pudar. Bukankah bangsa ini pernah kuat karena kesolidan, bahkan pernah dijuluki sebagai macan Asia. Tapi kini telah berubah, bangsa ini seperti buih di lautan, umat muslim banyak jumlahnya, tapi tak bernilai apa-apa. (Sandy Kun)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,14,Islam,6,Jejak,7,Jelajah,3,Komunis,5,Konflik,17,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,57,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Imperialisme Barat, Kuno dan Modern
Imperialisme Barat, Kuno dan Modern
Imperialisme Barat Kuno dan Modern, Indonesia, Imperialisme barat, Penjajahan imperialisme barat, umat islam
https://4.bp.blogspot.com/-tqQpGGA-3RY/WZwvjKAh1KI/AAAAAAAAACA/Nby5ZN0Rkj0cK6iXb4lbzlrcHikJSA8FwCLcBGAs/s320/Imperialisme%2BBarat%252C%2BKuno%2Bdan%2BModern.jpeg
https://4.bp.blogspot.com/-tqQpGGA-3RY/WZwvjKAh1KI/AAAAAAAAACA/Nby5ZN0Rkj0cK6iXb4lbzlrcHikJSA8FwCLcBGAs/s72-c/Imperialisme%2BBarat%252C%2BKuno%2Bdan%2BModern.jpeg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/05/imperialisme-barat-kuno-dan-modern.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/05/imperialisme-barat-kuno-dan-modern.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy