Ulama di Tengah Perang antar Kerajaan Imperialis

Ulama di Tengah Perang antar Kerajaan Imperialis , Pembangunan Organisasi Militer Modern, Perang Pasifik, Perang Dunia 2, Reidfile

ReidFile - Perang Dunia II (1939-1945 M) dan Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik (1942-1945 M) yang merupakan dampak perebutan wilayah jajahan antarnegara imperialis barat dan timur menjadi tantangan perubahan bagi ulama dan santri Indonesia. Perang Dunia II melibatkan Blok Sekutu (Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Perancis, dsb) dengan Blok Axis (Jerman, Jepang, Italia, dsb). Peperangan yang tidak hanya mengandalkan perubahan pembinaan teritorial dan sistem pengorganisasian militer namun juga menuntut keberanian menggunakan senjata pemusnah, baik yang dilakukan negara Pakta Pertahanan Poros dalam memusnahkan Yahudi di Jerman maupun oleh negara pembela demokrasi dengan bom atom Amerika Serikat.

Amerika Serikat menjadi negara yang lebih berani menggunakan senjata pemusnah dibandingkan dengan Jerman karena dukungan banker dan pakar atom Yahudi dengan menghancurkan apapun. Amerika  Serikat menampakkan pada bangsa-bangsa di dunia, prestasinya dalam meremukan wajah kota dan penghuninya secara massal dalam waktu singkat.
“ Tidak hanya penghuni kota yang sehat, yang sakit, yang tua renta, bayi yang masih dalam kandungan pun musnah bersama ibunya. Segenap penduduk sipil dan militer, dokter, juru rawat dan karyawan, sekolahan bersama anak sekolahannya, musnah. Rumah sakit tinggal tembok reruntuhannya, dijadikan Monumen Pemusnahan Manusia oleh Amerika Serikat ( Suryanegara, 2010)  
Prestasi dan keberanian Amerika Serikat menghancurkan bangsa lain termasuk bangsa Indian atau Jepang hingga saat ini belum ada yang menandingi. Negara adikuasa ini mengahancurkan seluruh kehidupan ekosistem, salah satunya dibuktikan dengan bom atom di negara Jepang yang memberikan efek radio aktif yang dimungkinkan masih ada hingga saat ini.

Jepang dipastikan akan lumpuh seperti bangsa Indian dan menjadi negara bagian jika tidak menyerah kepada Amerika Serikat. Itulah Amerika, baginya sebagai pemenang perang, tidak pernah dituntut tindak pemusnahan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki, sebenarnya tidak akan terjadi jika Jepang tergolong dari bangsa kulit putih, seperti Jerman dan Italia. Letak geografis Jepang yang jauh dari Eropa dan Amerika menyebabkan Jepang tak terselamatkan. Lokasi dijatuhkannya bom di dua kota ini juga dipengaruhi menyerahnya negara Jerman dan Italia kepada Amerika Serikat.

Perang yang dahsyat ini tidak hanya menyisakan kehancuran bagi negara-negara yang kalah namun memunculkan sejarah aneh diluar perhitungan pelaku perang. Perang Dunia II menjadikan Rusia Komunis pimpinan Diktator Proletar Stalin menjadi kuat karena mendapat pinjaman senjata dari Amerika Serikat untuk mengalahkan Jerman dan Jepang. Mao Ze Dong Komunis juga mendapatkan pinjaman senjata dari Amerika Serikat untuk menghadang Jepang yang selanjutnya dikembangkan untuk menumbangkan dan mengusir Nasionalis Chiang Kai Shek dari Cina menuju Taiwan. Ho Chi Minh Komunis (Vietnam Utara) dan Kim II Sung Komunis (Korea Utara) juga menjadi lebih kuat karena mendapat senjata dari Sekutu untuk mengusir Fasisme Jepang yang dipimpin Kaisar Hirohito.

Perang Dunia II selanjutnya dilanjutkan dengan Perang Dingin dan Perang Asia Timur ini lagi-lagi perangdimanfaatkan Amerika Serikat untuk menarik keuntungan. Perang Dingin yang menguntungkan Jepang, dijadikan basis pertahanan Amerika Serikat dan meruntuhkan ekonomi untuk membendung arus komunis di Cina, Korea, Vietnam dan Rusia. Amerika Serikat dan Inggris menjadikan negara-negara komunis tersebut sebagai front kedua dalam Perang Dunia II.

Perang yang terjadi secara berkesinambungan ini, menjadikan para ulama dan santri bangsa Indonesia untuk memiliki jawaban dan pandangan tetap terhadap tantangan di zaman tersebut. Mengutip tulisan Suryanegara, 2010 berikut ini beberapa langkah strategis para ulama dan santri dalam menghadapi Perang Dunia II, yaitu ;
  1. Selalu waspada terhadap pemerintahan Kolonial Belanda dan politik kristenisasinya meski di tengah kondisi Perang dunia I (1914-1919 M).
  2. Menghilangkan konflik internal yang ditimbulkan Sneevliet dengan idelogi komunisnya yang akhirnya melahirkan PKI (1920 M).
  3. Tantangan Perang Dunai II (1939-1945 M) dan Perang Asia Timur Raya (1941-1945 M) dengan pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945 M) menuntut berdirinya Tentara Pembela Tanah Air (PETA) tahun 1943 M, juga diikuti aksi pemindahan pimpinan PKI yang dibuang ke Boven Digul Papua, dibuang ke Australia yang selanjutnya bekerjasama dnegan pemerintahan Belanda untuk menolak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
  4. Setelah Perang Dunia II, kelompok sekuler koperatif melancarkan serangan lanjutan kepada ulama dan umat islam.
  5. Kerajaan Protestan Belanda yang mencoba kembali menjajah Indonesia, Ulama menjawabnya dengan membangun Barisan Sabilillah dan Tentara Allah (Hizboellah) sebagai barisan istimewa dari Tentara Nasional Indonesia.
Perang Dunia II ternyata tidak sekedar menjadi ajang pertarungan yang memperebutkan kekuasaan dan rampasan perang berupa sumberdaya alam antara sekutu dan blok sentral, namun melibatkan berbagai aspek baik secara langsung maupun tidak, salah satunya peran penting ulama dan santri yang ada di Indonesia. Ulama menjadi faktor terpenting dalam keadaan genting, terutama dalam kondisi perang yang mendesak. Pandangan dan jawaban ulama terhadap Perang Dunia II lebih mengarah untuk upaya membangkitkan kembali semangat juang keprajuritan generasi muda Indonesia melalui organisasi kesenjataan modern. Para ulama Indonesia juga memiliki peran utama dalam membangkitkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia di tengah polemik perang yang juga memunculkan paham Chauvanisme yang lebih identik mengunggulkan negara sendiri melebihi negara lain. (Sandy Kun)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,17,Islam,6,Jejak,10,Jelajah,6,Komunis,5,Konflik,18,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,60,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Ulama di Tengah Perang antar Kerajaan Imperialis
Ulama di Tengah Perang antar Kerajaan Imperialis
Ulama di Tengah Perang antar Kerajaan Imperialis , Pembangunan Organisasi Militer Modern, Perang Pasifik, Perang Dunia 2, Reidfile
https://1.bp.blogspot.com/-f_DznE3dn9A/WZwo7N5z7ZI/AAAAAAAAABQ/3rs1Ikb0g6YCH_XTxfsTnYt4nsNBQcrqwCLcBGAs/s320/anak-betawi-jaman-dulu.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-f_DznE3dn9A/WZwo7N5z7ZI/AAAAAAAAABQ/3rs1Ikb0g6YCH_XTxfsTnYt4nsNBQcrqwCLcBGAs/s72-c/anak-betawi-jaman-dulu.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/04/ulama-di-tengah-perang-antar-kerajaan.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/04/ulama-di-tengah-perang-antar-kerajaan.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy