Kekejaman Penindasan Kolonial Belanda terhadap Bangsa Indonesia

Kekejaman Penindasan Kolonial Belanda terhadap Bangsa Indonesia, Peran Ulama, Budi Utomo, Djawi Hisworo

Reidfile - Para ulama dan kaum islam tidak hanya dihadapkan pada penindasan kolonial Belanda namun diserang dalam bentuk penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Penghinaan-penghinaan yang dilontarkan sebagian besar melalui media cetak, diawali oleh media Boedi Oetomo bernama Djawi Hisworo pada 9 dan 11 Januari 1918 M, disusul majalah Swara Oemoem, 18 Juni 1930 yang dipimpin Dr.Soetomo melalui artikel yang ditulis oleh Homo Some yang mempropaganda anti haji dan anti islam “ Lebih baik dibuang ke Digul daripada pergi naik haji ke Makkah”. Tulisan ini menunjukkan bahwa Dr.Soetomo mendukung upaya pemerintahan kolonial Belanda untuk memperketat izin naik haji (Ordonasi Haji). Kolonial Belanda juga melakukan larangan bagi sultan dan Bupati untuk naik haji karena ditakutkan akan terjadi kontak antar umat islam Indonesia dengan Timur Tengah yang memperkuat kebangkitan kesadaran politik islam dari para ulama.
“Jika anda bertanya, Siapakah Homo Some sebenarnya?, Anda dapat membaca dialog antara Dr. Soetomo dengan K.H Mas Mansoer yang dimuat dalam Madjalah Pangandjoer No. 6 Tahun II, Juli 1938, Homo Some sebenarnya adalah Dr. Soetomo, pendidiri Boedi Oetomo, 20 Mei 1908  (Suryanegara, 2010) 
Penghinaan terhadap Rasulullah SAW juga dilakukan oleah Harian Hoa Kiao yang mengangkat artikel berjudul Oei Boe Thai dan J.J Ten Berge pada 25 April 1931, yang semula tidak mendapatkan tanggapan dari umat islam karena menggunakan bahasa Mandarin dan huruf Cina, namun ketika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oelah majalah Pembela Islam dari Persatoean Islam, umat islam akhirnya memprotes keras terhadap isinya. Madjalah Bangoen paada 15 Oktober juga mengangkat dan mendukung artikel yang ditulis oleh Siti Soemantri yang juga melancarkan penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Majalah yang dimiliki Parindra yang juga di pimpin oleh Dr.Soetomo ini mendukung ordonasi perkawinan yang dibuat oleh kolonial yang bertentangan dengan syariat islam. Penghinaan ini juga merupakan reaksi Parindra sejak sebulan berdirinya Madjilis Islam A’la Indonesia pada 21 September 1937.

Point penting yang perlu digaris tebal, “ Mengapa Dr.Soetomo sangat berani melakukan penghinaan terhadap Rasulullah SAW berulang kali?”. Hal ini didasarkan pada pengakuannya ketika berdialog dengan K.H Mas Mansoer, ia menyatakan bahwa segala benda di muka bumi merupakan penjelmaan dari Tuhan dan manusia adalah penjelmaan Tuhan yang paling akhir. Secara hakikat, Dr.Soetomo tidak membenarkan keyakinan adanya pemisahan antara kholik dengan makhluk, sehingga manusia sebagai penjelamaan dari Tuhan tidak wajibkan untuk shalat seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, namun yang penting adalah tingkah laku terhadap sesama manusia.

Pendapat tersebut, sebenarnya bisa terbantahkan jika analogi manusia adalah penjelmaan Tuhan dimana Rasulullah SAW juga manusia, yang seharusnya tidak perlu pula melakukan ibadah, namun Rasulullah mengajarkan tuntunan shalat bagi umat islam. Dan lagi lagi, mereka tetap menolak. Bagi mereka yang menganut pandangan Djawanisme atau Kedjawen, melalui media yang dimilikinya, terus berani melancarkan penghinaan terhadap Rasulullah SAW, pun hingga kini, era modern bukan halangan bagi musuh-musuh islam untuk terus melancarkan serangan penghinaan terhadap islam dan Rasulullah SAW, misalnya Majalah Charlie Hebdo di Paris yang sering memuat kartun-kartun penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Beberapa publik figus dan media elektronik pun juga ditemui telah melakukan penghinaan terhadap Rasulullah SAW, salah satunya asus dari sebuah acara di Geo TV yang dibintangi oleh Veena dan Asad Bashir Khan. Dalam acara tersebut Veena menggelar sebuah pesta pernikahan pura-pura yang dilatarbelakangi dengan lagu renungan yang dibawakan oleh sekelompok musisi sufi tentang pernikahan putri Nabi Muhammad SAW (www.merdeka.com).

Tantangan perjuangan para ulama pun tidak berhenti sampai pada penghinaan terhadap agama dan Rasulullah SAW, namun merupakan serangkaian tantangan pada masa VOC hingga pemerintahan kolonial Belanda, di antaranya (Suryanegara, 2010):
  1. Korte Verklaring, menghapuskan kekuasaan politik islam.
  2. Monopoli, menghapuskan hak pemasaran bagi umat islam.
  3. Kewajiban kerja rodi dan pembayaran berbagai macam pajak.
  4. Regeringsreglement, penghalang hak berkumpul dan berorganisasi umat islam. Bagi umat islam, jika mendiirkan organisasi diwajibkan mendapatkan Badan Hukum dengan batasan waktu 29 tahun.
  5. Ordonasi agama, melarang aktivitas agama non-protestan.
  6. Ordonasi guru, penghambat kebebasan pengajaran.
  7. Ordonasi sekolah liar, penghambat aktivitas sekolah swasta.
  8. Ordonasi haji melarang Pangreh Pradja, Soeltan, Ambetenar, melaksanakan haji dan mempersulit umat islam dalam pelaksanaan pemberangkatan dan pemulangan haji.
  9. Ordonasi perkawinan, sistem pencatatan pernikahan yang bertentnagan dnegan sistem perkawinan berdsarkan syariah islam.
  10. Menghapuskan segenap hak usaha umat islam di bidang niaga, transportasi darat, laut dan udara.
Tantangan yang harus dihadapai pra ulama ini ternyata memberikan efek positif dan luar biasa terutama menumbuhkan kesadaran kesamaan sejarah umat islam, terutama ulama di Indonesia dan kesadarana kesamaan dalam mengahadapi lawan yang sama yaitu pemerintahan Kristen dan politik kristenisasinya. Tumbuhnya kesadaran kesamaan ini juga mengurangi perbedaan furu’ dan khilafiah antar ulama sehingga memunculkan majelis persatuan yang bersama-sama memeperjuangkan pembebasan Indonesia dari penjajah.

Kekuatan persatuan para ulama dan pimpinan partai politik islam terus menguat hingga pecahnya Perang Asia Timur Raya (1941-1945 M). ulama tidak tergoyahkan oleh sikap politik kelompok pribumi nonreligius dan sekulaer anti isalam, seperti Parindra, Gerindo, Parpindo serta partai kristen dan katolik yang pemimpinnya orang-orang Belanda yang tentu mendukung kolonial Belanda. Para ulama dan pimpinan partai politik islam yang tergabung dalam Madjilis Islam A’la Indonesia (MIAI) juga mampu menentukan sikap politiknya, yaitu mandiri, tidak bergantung lagi kepada Saudi Arabia, Mesir, dan Turki sekuler yang berpihak kepada sekutu.

Perang Dunia II kemudian disusul dengan perang Asia Timur Raya  yang menjadikan Kekaisaran Shinto Jepang sebagai negara super power di Asia yang tentunya ingin menandingi kolonial Belanda yang sedang berkuasa di Indonesia, serta Kerajaan Protestan Anglikan Inggris dan Amerika Serikat. Kekaisaran Jepang akhirnya membuat kesepakatan dengan kedua rivalnya dengan penawaran pembatasan persenjataa dengan rumusan 5:5:3 yang artinya Amerika Serikat dan Kerajaan Anglikan dibolehkan memiliki armada tempurnya dengan kekuatan 525.000 ton sedangkan Kekaisaran Jepang berkekuatan 315.000 ton. Dan bisa dipastikan kekaisaran Jepang  menolak rumusan tersebut, lalu disusul dengan Konferensi Laut di London (1936 M) dengan merumuskan 10:10:7, namun terus mengalami jalan buntu hingga pecah Perang Asia Timur Raya.

Perang Asia Timur Raya??? Bagaimana kisahnya?
To be continue...

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,17,Islam,6,Jejak,10,Jelajah,6,Komunis,5,Konflik,18,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,60,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Kekejaman Penindasan Kolonial Belanda terhadap Bangsa Indonesia
Kekejaman Penindasan Kolonial Belanda terhadap Bangsa Indonesia
Kekejaman Penindasan Kolonial Belanda terhadap Bangsa Indonesia, Peran Ulama, Budi Utomo, Djawi Hisworo
https://4.bp.blogspot.com/-bvBXdqJDsWc/VyNJMqGDR5I/AAAAAAAADoc/xT8lDIWQsEcBfTPTmHA1YMCY4uDbrilEQCLcB/s320/agresibelanda.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-bvBXdqJDsWc/VyNJMqGDR5I/AAAAAAAADoc/xT8lDIWQsEcBfTPTmHA1YMCY4uDbrilEQCLcB/s72-c/agresibelanda.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/04/peran-ulama-dalam-pembangunan_29.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/04/peran-ulama-dalam-pembangunan_29.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy