Dampak Peringatan 100 Tahun Kemerdekaan dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia

Sejarah Nusantara, Peran Ulama, Kemerdekaan, Perang Dunia, Partai Politik, Islam, Politik, Dampak Peringatan 100 Tahun Kemerdekaan

Dampak Peringatan 100 Tahun Kemerdekaan dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia  

Reidfile - Perang antar negara imperialis barat di Eropa telah membuat banyak perubahan, dimanfaatkan oleh ulama dan pimpinan Sentral Serikat Islam untuk menuntut kemerdekaan Indonesia. Peluang itu juga diperkuat dengan adanya perayaan seratus tahun Kerajaan Protestan Belanda dari penjajahan Kekaisaran Perancis (1813-1913 M), yang diharapkan bisa membangun kesadaran untuk memberikan kemerdekaan bagi Indonesia karena dalam perayaan tersebut selain menggunakan biaya bangsa Indonesia yang sedang dijajahnya juga karena mereka merayakan makna kemerdekaan dan anti penjajahan.

Para ulama melakukan beberapa langkah dalam menuntut kemerdekaan tersebut, yaitu menurut Suryanegara, 2010 :
  1. Ulama dan pimpinan organisasi politik islam mempelopori menuntut pemerintahan sendiri, Zelfbestuur, Self Government dan Indonesia berparlemen sebagai keputusan National Congres Centraal Sjarikat Islam di Bandung (17 Juni 1916), bertujuan memperjuangkan Indonesia Merdeka dan tegaknya pemerintahan yang demokratis dengan adanya parlemen.
  2. Mencoba membangun organisasi kesenjataan modern melalui Indie Waerboar Actie, bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat juang keprajuritan pemuda.
Dari kedua langkah tuntutan tersebut, Indie Waerboar Actie yang dapat dipahami, namun ditolak oleh Kerajaan Protestan Belanda karena tidak terlibat pada Perang Dunia I. Penolakan kedua pun terjadi setelah umat islam memberikan usul kesediaan dalam milisi dienstpicht untuk menghadapi Perang Dunia II, karena Belanda mengalami kekalahan ( berhasil diduduki Jerman pada 20 Mei 1940) dan dilanjutkan dengan keterlibatannya dalam Perang Asia Timur Raya. Belanda juga takut jika pembentukan organisasi kemiliteran modern ini akan digunakan untuk menumbangkan pemerintahan kolonialnya, sehingga usulan para ulama tetap ditolaknya.
“Sikap pemerintahan kolonial Belanda yang demikian ini terjadi karena pimpinan partai-partai non religious dan sekuler, seperti Partai Indonesia Raja (Parindra), Gerakan Rakjat Indonesia (Gerindo), Partai Persatoean Indonesia (Parpindo) serta partai non islam lainnya yaitu partai Kristen dan katolik dengan politik asosiasinya berpihak dan mempertahankan penjaajah pemerintahan kolonial Belanda dan Kerajaan Protestan Belanda  (Suryanegara, 2010) 
Sikap partai Kristen dan katolik yang menolak usulan umat islam, menurut Mr. A. K. Pringgodigdo karena kedua partai itu dipimpin oleh orang Belanda,“ Tidak mungkin berpihak pada gerakan kebangkitan kesadaran nasional yang sikapnya anti imperialis Belanda”. Partai tersebut yaitu Christelijke Ethische Partaij (CEP) yang tahun 1930 berganti nama menjadi  Christelijke Staatkundige Partij (CSP), dipimpin seorang Belanda bernama C.S Van Helsdingen dan Indische Katholieke Partij (IKP) juga dipimpin seorang berkebangsaan Belanda yaitu P. Kerstens. Selain kedua partai tersebut, ada sebuah organisasi yang juga dipimpin seorang Belanda yaitu Politik Economimische Bond (PEB) dengan pimpinannya yang terkenal yaitu E.A.J.N Engelenberg. Organisasi ini bahkan mendapat dukungan penuh dari golongan ambtenar yang ingin naik posisi menjadi bupati.

Ketiga organisasi yan dipimpin orang-orang Belanda tersebut, tentu tidak bersinergi dengan cita-cita bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, kembali berdaulat dan terbebas dari penjajahan. Dengan demikian ketiganya juga  hanya didukung oleh tiga organisasi partai politik yaitu Parindra, Gerindo, dan Parpindo yang memiliki visi dan misi yang sama. Ketia organisasi tersebut dipimpin dari kalangan prijaji dan intelektual yang berpendidikan barat tanpa mendapatkan pendidikan dari pesantren.

Perang Asia Timur Raya yang pecah pada tahun 1941-1945 M, menjadikan umat islam Indonesia semakin bersemangat untuk bersatu, terbukti mampu menghadapi politik pecah belah yang dilakukan oleh kolonial Belanda, kamudian para ulama dan pimpinan partai politik islam berhasil menyatukan perjuangannya dalam wadah Madjlis Islam a’la Indonesia pada 21 September 1937.
“ Suatu prestasi kejuangan umat islam yang luar biasa. Berhasil menyatukan gerak juang Oelama Ahli Soennah Wal djamaah dengan Oelama Wahabi. Bersama pimpinan partai politik islam : Partai Sjarikat Islam Indonesia dan Partai Islam Indonesia dalam satu wadah Madjlis Islam a’la Indonesia. Suatu majelis yang dinilai sebagai organisasi islam tertinggi daripada organisasi anggotanya  (Suryanegara, 2010) 
Kerusakan keimanan dan dan ketauhidan rakyat pada masa itu merupakan dampak dari penindasan pemerintahan kolonial Belanda dengan para pembantu setianya yaitu priyayi dan bupati melalui sistem tanam paksa (1830-1919 M). perpecahan antar ulama dan pimpinan partai politik yang merupakan produk politik divide and rule dari kerajaan protestan Belanda yang melakukan penjajahan di Indonesia. Adanya persatuan dalam wadah Madjlis Islam A’la Indonesia, menjadi angin segar bagi umat islam meskipun tidak dapat dibayangkan betapa alotnya debat furu’ dan khilafiah antara ulama wahabi dan ahlusunnah.

Perjuangan para ulama dan pimpinan partai politik islam patut diacungi jempol, karena berhasil membangkitkan kesadaran bagi bangsa ini untuk terus berjuang menuju kemerdekaan Indonesia hingga tiitk darah penghabisan. Para ulama dan umat islam dihdapakan pada pergolakan dengan para penjajah dan bupati-bupati yang bersekutu dengan Belanda, yang mayoritas memliki aliran kejawen atau kasunden (anti islam). Perjuangan Syarikat Islam membangkitkan kesadaran berpolitik nasional atas dsar islam dirumuskan dalam program asas dan program Van Actie atau program perjuangan. Sejarah mencatat bahwa peletak dasar dan pelopor perjuangan meruntuhkan penjajahan kerajaan protestan Belanda di abad ke 20 M adalah Syarikat Islam (Suryanegara, 2010).

Umat islam yang berhadapan dengan kaum penjajah dan antek-anteknya dengan politik adu dombanya kembali bersatu dengan adanya uapaya untuk menghina Rasulullah SAW. Menurut R.A.A Wiranata Kusumah, ditemui beberapa tulisan yang bertujuan untuk menghina Rasulullah SAW, seperti media cetak Djawi Hisworo (yang diterbitkan oleh Budi Utomo), Majalah Bangoen dan Swara Oemoem dari Partai Indonesia Raya yang juga dipimpin oleh Dr. Soetomo. To be continue...^^ (Sandy Kun)

Ada pepatah bijak mengatakan :
Orang bodoh melakukan kesalahan yang sama. Orang pintar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Orang bijak, belajar dari kesalahan orang lain.
Sebenarnya itu adalah inti dari belajar dari sejarah.
Dari sejarah kita belajar, untuk tidak melakukan kesalahan sama. Dari sejarah kita tahu besarnya potensi diri (Pribadi, 2013)

COMMENTS

$hide=home

$show=/p/contact.html

Name

Email *

Message *

$type=three$author=hide$com=0$rm=hide$c=6$d=0$sn=0$show=404

Name

Api Sejarah,12,Biografi,17,Islam,6,Jejak,10,Jelajah,6,Komunis,5,Konflik,18,Konspirasi,1,Kota,3,Perang Dunia I,5,Perang Dunia II,5,Sejarah,60,Terpilih,18,Tragedi,3,
ltr
item
Reidfile: Dampak Peringatan 100 Tahun Kemerdekaan dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia
Dampak Peringatan 100 Tahun Kemerdekaan dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia
Sejarah Nusantara, Peran Ulama, Kemerdekaan, Perang Dunia, Partai Politik, Islam, Politik, Dampak Peringatan 100 Tahun Kemerdekaan
https://3.bp.blogspot.com/-CyjBEeeM2ys/WZwsxBWGldI/AAAAAAAAABo/VK86NVvY76IK7UYPaVn8RWCvu0w2tH7agCLcBGAs/s320/Kemerdekaan-Indonesia.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-CyjBEeeM2ys/WZwsxBWGldI/AAAAAAAAABo/VK86NVvY76IK7UYPaVn8RWCvu0w2tH7agCLcBGAs/s72-c/Kemerdekaan-Indonesia.jpg
Reidfile
http://www.reidfile.com/2016/04/peran-ulama-dalam-pembangunan.html
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/
http://www.reidfile.com/2016/04/peran-ulama-dalam-pembangunan.html
true
4280540735251631184
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy